Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Peluang masyarakat umum untuk memanfaatkan Bandar Udara AMMAN Mineral Poto Tano di Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, kini semakin terbuka. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memastikan bandara yang dimiliki PT Amman Mineral tersebut dapat melayani penerbangan publik tanpa harus mengubah statusnya menjadi bandara komersial.

Kepastian itu disampaikan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Sumbawa Barat, Syamsul. Ia menjelaskan bahwa penggunaan bandara oleh masyarakat telah memiliki dasar hukum melalui nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan.

Foto : Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Sumbawa Barat, Syamsul

“Statusnya memang masih private airport milik PT Amman Mineral. Namun bandara itu tetap bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat umum sepanjang ada permintaan dari pemerintah daerah. Tidak perlu mengubah status izinnya menjadi bandara komersial karena sudah ada MoU,” ujar Syamsul, Kamis (2/7).

Meski demikian, Syamsul menerangkan masyarakat belum dapat langsung menikmati layanan penerbangan reguler dari Bandara AMMAN Poto Tano. Hingga saat ini belum ada maskapai yang membuka rute penerbangan komersial dari bandara tersebut sehingga aktivitas penerbangan masih terbatas.

Ia menjelaskan, operasional bandara sejauh ini baru memasuki tahap pengujian teknis, mulai dari uji coba fasilitas di darat hingga uji pendaratan pesawat. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses memastikan kesiapan infrastruktur sebelum bandara melayani penerbangan secara penuh.

Menurut Syamsul, pembukaan rute penerbangan reguler membutuhkan sejumlah tahapan, salah satunya menunjukkan adanya potensi pasar yang menjanjikan. Maskapai, kata dia, akan mempertimbangkan jumlah calon penumpang sebelum memutuskan membuka layanan penerbangan dari Poto Tano.

Ia menilai pelaku industri pariwisata memiliki peran penting dalam menciptakan permintaan tersebut. Pemerintah daerah berharap jaringan hotel, pelaku usaha wisata, serta calon pengguna jasa penerbangan dapat menunjukkan kebutuhan yang nyata sehingga menarik minat maskapai untuk membuka rute baru.

“Kalau hotel-hotel dan pelaku usaha sudah banyak mengajukan kebutuhan penerbangan, nanti Otoritas Bandara yang akan mencarikan maskapai untuk melayani penerbangan dari Kiantar,” kata Syamsul.

Selain mendorong hadirnya maskapai, pemerintah juga memproyeksikan rute awal yang menghubungkan Bandara AMMAN Poto Tano dengan bandara strategis, seperti Bandara Internasional Lombok maupun Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar. Konektivitas tersebut diharapkan dapat mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumbawa Barat.

Syamsul juga mengakui masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa Bandara AMMAN Poto Tano dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Selama ini, bandara tersebut lebih dikenal sebagai fasilitas khusus untuk mendukung aktivitas pertambangan sehingga diperlukan sosialisasi yang lebih luas agar informasi tersebut dipahami masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat optimistis keberadaan MoU bersama PT Amman Mineral menjadi landasan penting untuk membuka akses penerbangan publik. Dengan dukungan maskapai dan meningkatnya permintaan dari sektor pariwisata serta dunia usaha, bandara tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Sumbawa Barat.(Nin-ks)