Mataram, Kanalsumbawa — Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai diarahkan untuk membantu pelaku UMKM di Nusa Tenggara Barat mengembangkan usaha, mulai dari membuat promosi hingga menghitung harga jual.
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) mendorong pemanfaatan teknologi tersebut melalui program AI Ignition Road to NTB bersama KUMPUL.ID.
Program ini menyasar 186 pelaku UMKM di empat wilayah. Rinciannya, 75 pelaku usaha dari Kabupaten Sumbawa, 50 dari Kabupaten Sumbawa Barat, 31 peserta dari Sembalun dan 30 pelaku usaha dari Jerowaru, Lombok Timur.
Dalam pelatihan, AI tidak diperkenalkan hanya sebagai teknologi baru. Peserta diarahkan menggunakan teknologi tersebut untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha sehari-hari.
Salah satunya untuk membuat materi promosi dan mencari ide konten. AI juga dapat dimanfaatkan membantu menyusun kalimat pemasaran, pencatatan sederhana hingga kebutuhan administrasi usaha.
Pelaku UMKM juga dikenalkan dengan penggunaan AI untuk menghitung harga pokok penjualan (HPP) dan membuat proyeksi penjualan. Dengan begitu, teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi alat bantu sebelum pemilik usaha mengambil keputusan.
Vice President Policy & Permitting dan Social Impact AMMAN, Priyo Pramono, mengatakan pelaku UMKM di NTB memiliki potensi yang besar sehingga perlu didukung dengan kemampuan yang sesuai perkembangan teknologi.
“Para pelaku UMKM di NTB memiliki kreativitas dan potensi yang sangat besar. Melalui AI Ignition Road to NTB, kami ingin membantu memperkenalkan teknologi yang dapat digunakan untuk mendukung penjualan, administrasi, dan operasional melalui AI yang beretika dan bertanggung jawab,” kata Priyo.
Ia menegaskan penggunaan AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan kreativitas pelaku usaha. Teknologi tersebut justru diharapkan menjadi alat bantu agar pekerjaan dapat dilakukan lebih cepat dan peluang pasar semakin terbuka.
“AI bukan untuk menggantikan kreativitas, tetapi menjadi asisten pengembangan bisnis, untuk mendukung kecepatan dan kemampuan menjangkau peluang pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Program AI tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemberdayaan ekonomi yang telah dilakukan AMMAN terhadap UMKM di wilayah binaannya.
Program pemberdayaan itu antara lain dijalankan melalui Bale Berdaya di Kabupaten Sumbawa, Silaras di Kabupaten Sumbawa Barat dan Gumi Seri di Lombok Timur.
Hingga 2026, lebih dari 1.200 UMKM mitra AMMAN di tiga wilayah tersebut telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Materinya mencakup penguatan kapasitas usaha, legalitas, pembayaran digital, akses pembiayaan, peningkatan produksi, branding dan perluasan pasar.
Agar pemanfaatan AI tidak berhenti setelah pelatihan, AMMAN juga menyiapkan tenaga pendamping dari kalangan anak muda lokal.
Sebanyak 10 pemuda dan pemudi dari Sumbawa, Sumbawa Barat dan Lombok Timur mengikuti Training of Trainers (ToT). Mereka kemudian dilibatkan sebagai fasilitator bersama karyawan AMMAN dan mitra bisnis dalam pelaksanaan program.
Managing Director KUMPUL.ID, Mega Prawita, mengatakan teknologi akan lebih bermanfaat apabila pengetahuan yang diberikan bisa langsung diterapkan untuk kebutuhan usaha.
“Pengetahuan dan teknologi akan lebih berarti ketika dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan usaha sehari-hari,” katanya.
Meski menawarkan berbagai kemudahan, penggunaan AI tetap membutuhkan kehati-hatian. Pelaku usaha perlu memeriksa kembali informasi yang dihasilkan, termasuk menyangkut akurasi, keamanan data, etika komunikasi dan hak cipta.
Program AI Ignition Road to NTB merupakan bagian dari AI Opportunity Fund: Asia-Pacific, sebuah inisiatif regional bersama AVPN dengan dukungan Google.org dan Asian Development Bank (ADB).
Di Indonesia, program tersebut dijalankan KUMPUL.ID untuk memperluas akses pengetahuan dan keterampilan AI bagi pelaku usaha mikro dan kecil, pendidik serta profesional muda.
Bagi AMMAN, pengenalan AI menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas UMKM di wilayah pemberdayaannya. Tantangannya kini adalah memastikan teknologi yang diperkenalkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar digunakan untuk membantu usaha berkembang.**







