Kanalsumbawa, Sumbawa Barat | Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pendampingan legalitas usaha, hingga pengembangan keterampilan berbasis kebutuhan pasar.

Berdasarkan data tahun 2025, terdapat 8.124 UMKM yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Sumbawa Barat. Data tersebut telah dipetakan secara rinci oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) KSB sebagai dasar penyusunan program pembinaan yang lebih terarah dan efektif.

Kepala Bidang UMKM Diskoperindag KSB, Iswanto, mengatakan pemetaan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan setiap program yang dijalankan dapat menjawab kebutuhan pelaku usaha di masing-masing wilayah.

“Data persebaran UMKM ini menjadi acuan kami dalam menyusun program pembinaan dan pelatihan yang tepat sasaran sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Kepada kanal Sumbawa

Menurut Iswanto, pengembangan UMKM di KSB tidak hanya berfokus pada sektor perdagangan produk, tetapi juga diarahkan pada sektor jasa dan industri kreatif yang memiliki peluang besar dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa selama ini masih banyak masyarakat yang mengidentikkan UMKM dengan aktivitas jual beli barang.

Padahal, sektor jasa seperti perawatan, kuliner, hingga industri kreatif memiliki prospek yang tidak kalah menjanjikan.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, Diskoperindag KSB telah menyiapkan berbagai program peningkatan kapasitas pelaku usaha.

Program tersebut meliputi pelatihan keterampilan, penguatan manajemen usaha, peningkatan kualitas SDM, hingga pendampingan dalam pengurusan legalitas usaha.

Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan tahun ini adalah pelatihan barista yang direncanakan berlangsung pada September hingga Oktober mendatang. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan wirausaha baru sekaligus menjawab kebutuhan tenaga terampil seiring berkembangnya bisnis kedai kopi modern di daerah.

Selain pelatihan barista, pemerintah daerah juga akan menggelar pelatihan keterampilan jasa pijat atau massage. Program ini melengkapi berbagai pelatihan yang sebelumnya telah menghasilkan pelaku usaha mandiri di bidang katering, pangkas rambut, dan laundry.

Tingginya minat masyarakat terhadap program pembinaan UMKM, lanjut Iswanto, terlihat dari antusiasme peserta dalam berbagai kegiatan pelatihan yang diselenggarakan pemerintah daerah, termasuk pelatihan yang baru-baru ini digelar di Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus mengupayakan penguatan akses permodalan bagi pelaku UMKM. Namun, program bantuan berupa hibah uang maupun barang yang direncanakan sebagai bagian dari intervensi pengentasan kemiskinan masih menunggu kepastian melalui perubahan anggaran daerah.

Iswanto menegaskan, seluruh program yang disiapkan pemerintah bertujuan meningkatkan kemampuan dan daya saing pelaku usaha lokal agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan transformasi digital yang semakin pesat.

“Harapannya, UMKM di Sumbawa Barat tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan bersaing di tengah persaingan usaha yang semakin terbuka,” tutupnya.