Sumbawa Barat, Kanalsumbawa — Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumbawa Barat mulai menyiapkan arah pelatihan baru yang berkaitan dengan kebutuhan sektor pariwisata. Salah satunya melalui rencana pelatihan bahasa asing bagi masyarakat, dengan bahasa Inggris, Mandarin, dan Jepang masuk dalam target yang sedang dipertimbangkan.

Kepala UPTD BLK Kabupaten Sumbawa Barat, Randy Darmansyah, S.IP., mengatakan pelatihan bahasa tersebut mulai dipikirkan sebagai bagian dari upaya menyiapkan keterampilan masyarakat untuk mendukung peluang di sektor pariwisata.

“Untuk pariwisata, kami melihat bahasa Inggris cukup penting. Selain bahasa Inggris, ada dua bahasa lain yang sedang kami pertimbangkan, yaitu Mandarin dan Jepang,” kata Randy.

Menurut Randy, gagasan tersebut melihat peluang pariwisata di KSB, termasuk keberadaan wisatawan asing maupun warga negara asing yang bekerja di sektor pertambangan.

Ia mengatakan keberadaan warga asing di KSB menjadi salah satu potensi yang dapat didukung dengan kesiapan sumber daya manusia lokal. Ketika memiliki waktu libur, mereka dinilai membutuhkan pilihan aktivitas wisata serta informasi mengenai destinasi yang ada di daerah.

“Pekerja di tambang itu banyak yang warga negara asing. Ketika mereka libur, mereka tentu membutuhkan pilihan untuk berwisata. Persoalannya, saat ini belum banyak tour guide maupun program pariwisata yang bisa mereka ikuti,” ujarnya.

Dari kondisi tersebut, BLK melihat kemampuan bahasa dapat menjadi salah satu keterampilan pendukung bagi masyarakat yang nantinya ingin terlibat dalam sektor pariwisata. Kemampuan berkomunikasi diharapkan dapat membantu masyarakat berinteraksi dengan wisatawan maupun warga asing yang berada di daerah.

Randy mengatakan pelatihan bahasa yang direncanakan tidak hanya diarahkan pada satu bahasa. Selain bahasa Inggris, BLK juga memasukkan Mandarin dan Jepang sebagai dua pilihan lain yang sedang dipertimbangkan.

“Daripada potensi yang ada tidak dimanfaatkan, kenapa tidak kita siapkan masyarakat lokal agar bisa mengambil peluang tersebut. Salah satunya melalui kemampuan bahasa untuk mendukung pariwisata,” katanya.

Rencana tersebut masih berada dalam tahap persiapan dan belum menjadi program yang berjalan. BLK masih akan mematangkan bentuk pelatihan serta melihat kebutuhan yang paling sesuai untuk dikembangkan.

Pelatihan bahasa juga masuk dalam gambaran program BLK untuk 2027. Selain bahasa, Randy menyebut sejumlah bidang lain yang dipersiapkan, sementara mekanik alat berat tetap menjadi salah satu program prioritas.

Dengan rencana tersebut, BLK KSB mulai melihat kebutuhan keterampilan yang tidak hanya berkaitan dengan sektor industri, tetapi juga dapat menunjang perkembangan pariwisata. Pelatihan bahasa nantinya diharapkan menjadi salah satu bekal bagi masyarakat untuk mengambil peluang yang berkembang di daerah.(Nin-ks)