Sumbawa Barat, Kanalsumbawa– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyatakan kebutuhan guru di sekolah negeri secara umum telah terpenuhi melalui pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Meski demikian, hasil pemetaan menunjukkan masih terdapat kekurangan guru untuk mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pendidikan Agama, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sejumlah sekolah.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dikbud KSB, Abdul Muis, S.Pd., mengatakan kekurangan guru mata pelajaran tersebut tersebar di seluruh kecamatan dengan kebutuhan rata-rata empat hingga lima orang. Kondisi itu telah dilaporkan kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mendatang.

“Secara umum sudah tercukupi lewat pengangkatan PPPK. Namun, kita masih kekurangan guru spesifik seperti PPKn, Agama, dan PJOK,” ujar Abdul Muis, pada Kamis (24/7/2026).

Selain memetakan kebutuhan tenaga pendidik, Dikbud KSB juga mencatat peningkatan kualifikasi guru. Dari total 2.128 guru jenjang TK hingga SMP, sekitar 90 persen telah mengantongi Sertifikat Pendidik (Serdik), sedangkan sekitar 10 persen lainnya masih menunggu kesempatan mengikuti mekanisme sertifikasi dari pemerintah pusat.

“Yang belum memiliki sertifikat pendidik masih menunggu undangan dari pemerintah pusat melalui akun masing-masing sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.

Di sisi lain, hasil pemetaan juga menunjukkan adanya kelebihan guru kelas pada sejumlah sekolah negeri, terutama jenjang TK dan SD di wilayah perkotaan. Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Dikbud KSB tengah mempelajari regulasi terbaru yang memungkinkan penempatan guru ASN maupun PPPK ke sekolah swasta yang masih membutuhkan tenaga pendidik.

“Ada kelebihan guru kelas di beberapa sekolah negeri. Lewat regulasi baru, kami berencana menyalurkan kelebihan guru ini ke sekolah swasta yang membutuhkan,” jelasnya.

Abdul Muis menambahkan, pendataan tenaga pendidik melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) terus diperbarui. Saat ini hampir seluruh guru di Kabupaten Sumbawa Barat telah terdata dan berstatus ASN maupun PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu.

Di samping penataan distribusi guru, Dikbud KSB juga terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program peningkatan kompetensi guru, seperti Biology Learning dan Matematika Smart.

“Kami bekerja sama menjalankan program peningkatan mutu seperti Biology Learning dan Matematika Smart. Ini fokus kami untuk mendorong kualitas pendidikan di KSB,” tutup Abdul Muis.(Nin-ks)