Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat memastikan seluruh tahapan Lomba Anugerah Inovasi Daerah (AID) Tahun 2026 telah rampung. Para pemenang akan diumumkan secara resmi pada akhir Juli 2026 bertepatan dengan Upacara Hari Lahir (Harlah) Kabupaten Sumbawa Barat di Lapangan Komplek KTC, Taliwang.
Proses penyelenggaraan AID 2026 berlangsung sejak April hingga Juli 2026. Tahapan yang telah dilalui meliputi seleksi administrasi, verifikasi, presentasi, hingga penilaian oleh dewan juri independen dari berbagai latar belakang profesi.
Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi BRIDA Kabupaten Sumbawa Barat, Indra Jaya, S.Pt., M.Si., mengatakan pelaksanaan AID tahun ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sebanyak 42 peserta atau tim mengikuti AID 2026. Terdiri dari 11 peserta kategori sekolah, 16 kategori perangkat daerah, dan 15 kategori masyarakat. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2025 yang hanya diikuti 35 tim,” ujar Indra Jaya.
Menurutnya, peningkatan jumlah peserta menjadi indikator tumbuhnya semangat berinovasi dan berkembangnya budaya riset di Kabupaten Sumbawa Barat. BRIDA berharap tren tersebut terus meningkat pada penyelenggaraan berikutnya.
Untuk menjaga objektivitas, seluruh proposal inovasi dinilai oleh tim juri independen yang berasal dari unsur akademisi, jurnalis, budayawan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta kalangan entrepreneur. Keterlibatan berbagai unsur tersebut bertujuan memastikan proses penilaian berlangsung transparan, profesional, dan independen.
BRIDA menetapkan tiga pemenang terbaik pada setiap kategori. Juara I akan menerima penghargaan berupa piagam dan uang pembinaan sebesar Rp8 juta, Juara II Rp6,5 juta, serta Juara III Rp5 juta. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat kepada para inovator yang menghadirkan solusi kreatif bagi pembangunan daerah.
Indra Jaya menegaskan bahwa tujuan utama Anugerah Inovasi Daerah bukan sekadar menentukan pemenang, tetapi mendorong lahirnya inovasi yang dapat diterapkan di lingkungan pemerintahan, dunia pendidikan, maupun masyarakat. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, memberdayakan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menjelaskan, inovasi yang memperoleh nilai tinggi adalah inovasi yang memiliki unsur kebaruan, menghadirkan terobosan, memberikan manfaat nyata, serta telah memasuki tahap implementasi atau setidaknya uji coba di lapangan.
“Tim juri memberikan nilai lebih tinggi kepada inovasi yang sudah diimplementasikan atau minimal diuji coba karena manfaatnya telah dapat dirasakan. Sementara inovasi yang masih berupa gagasan tetap diapresiasi, namun nilainya belum sekuat inovasi yang telah diterapkan,” jelasnya. (Nin-ks)







