Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyiapkan sistem pool talent untuk menghimpun alumni sekaligus memudahkan mereka terhubung dengan informasi dan peluang kerja.

Kepala UPTD BLK KSB, Randi Darmansyah, S.IP., mengatakan sistem tersebut saat ini masih dalam tahap penggodokan. Nantinya, alumni BLK akan didata secara lebih terstruktur sehingga keberadaan serta status mereka setelah mengikuti pelatihan dapat diketahui.

Langkah ini dilakukan karena BLK selama ini masih menghadapi kendala ketika hendak menghubungi alumni. Pendataan yang sebelumnya dilakukan secara manual membuat informasi mengenai lulusan belum mudah ditelusuri, terutama ketika ada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian tertentu.

“Kami sedang menggodok sistem pool talent, Jadi alumni-alumni BLK kami kumpulkan, kemudian kami data supaya bisa dihubungi. Karena ketika ada kebutuhan dari industri, kami tahu ada alumni BLK, misalnya untuk bidang listrik, tetapi orangnya mana itu terkadang sulit. Kami juga tidak tahu apakah mereka sudah bekerja atau belum,” kata Randi.jum’at, 11/

Menurutnya, pendataan tersebut nantinya dapat membantu BLK mengetahui alumni yang masih mencari pekerjaan. Informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan juga bisa lebih mudah diteruskan kepada lulusan yang memiliki kompetensi sesuai.

Tak hanya menjadi basis data, Randi ingin pool talent berkembang menjadi jejaring yang membuat hubungan antara BLK dan alumni tetap terjaga. Sebab, peluang kerja maupun informasi lainnya tidak selalu datang langsung dari BLK, tetapi juga dapat muncul dari jaringan sesama alumni.

“Ini yang sedang kami coba perbaiki. Sistemnya sebenarnya sudah ada, tetapi masih manual. Kami ingin membangun jejaringnya lebih kompleks lagi, sehingga alumni tetap terdata dan bisa terus dihubungi. Jangan sampai setelah selesai pelatihan komunikasinya terputus,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, BLK KSB juga mendorong adanya perwakilan pada setiap angkatan. Perwakilan atau ketua angkatan nantinya dapat membantu mengetahui kondisi teman-teman satu angkatan, termasuk menyampaikan informasi yang berkaitan dengan pekerjaan maupun kebutuhan alumni.

Randi menegaskan, keberadaan alumni tidak seharusnya berhenti setelah mereka menyelesaikan pelatihan. BLK ingin tetap membuka ruang komunikasi sehingga keterampilan yang telah diperoleh dapat terus diarahkan pada kesempatan kerja maupun pengembangan usaha.

“Kami bukan memberikan pekerjaan, tetapi membuka dan memperluas kesempatan kerja. Karena itu, kami ingin alumni tetap terhubung. Ketika ada kebutuhan tenaga kerja, kami bisa lebih mudah mengomunikasikan dengan alumni yang sesuai,” pungkasnya.(nin-ks)