Kanalsumbawa.com Sumbawa Barat –
Suasana penuh semangat menyelimuti lantai 1 Kantor Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat pagi 17/06. Sekitar 56 siswa dan guru pendamping dari 22 SMP Negeri se-Kabupaten Sumbawa Barat berkumpul dalam sebuah kegiatan yang tak biasa: Kampanye Antikorupsi bertajuk “Menanamkan Budaya Antikorupsi Sejak Dini.
Mereka bukan hanya datang untuk mendengar, tetapi untuk membawa pulang nilai-nilai kejujuran dan menebarkannya ke sekolah masing-masing.
Kegiatan dibuka dengan penandatanganan Komitmen Antikorupsi oleh seluruh peserta, dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat, Dr. Titin Herawati Utara, SH., MH. Momen ini menjadi simbol kuat bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil, bahkan dari anak-anak usia SMP.
“Kalau ingin Indonesia bebas korupsi, kita harus mulai dari generasi muda. Jangan tunggu mereka dewasa,” ujar Ibu Titin dalam sambutannya.

Setelah penandatanganan, peserta disuguhkan video edukatif bertema budaya antikorupsi yang menampilkan situasi nyata di lingkungan sekolah mulai dari mencontek, membolos, hingga pungutan liar sebagai gambaran awal praktik korupsi dalam skala kecil.
Dua jaksa inspiratif, Kasi Intelijen Kejari Sumbawa Barat Benny Utama, SH dan Jaksa Fungsional Pahrum Taufik Dalemunthe, SH, menyampaikan materi menarik dan interaktif tentang:
Apa itu korupsi?
Kenapa tindakan kecil bisa jadi awal kejahatan besar?
Bagaimana menjadi pelajar antikorupsi?
Langkah nyata mencegah korupsi sejak usia sekolah.
Peserta diajak berdiskusi, menjawab kuis, dan berbagi pendapat membuat suasana penyuluhan terasa hidup dan menyenangkan.
Setiap peserta menerima stiker kampanye antikorupsi untuk dipajang di sekolah mereka. Tidak hanya sekadar hiasan, stiker ini mengandung pesan-pesan penting seperti “Jujur Itu Keren!” dan “Pelajar Hebat, Tanpa Korupsi!”
“Saya ingin tempelkan stiker ini di mading OSIS, supaya teman-teman saya juga ikut sadar,” ujar Rafi, Ketua OSIS dari SMPN 1 Sekongkang.
Sesi terakhir ditutup dengan dialog terbuka antara peserta dan narasumber. Beragam pertanyaan cerdas dilontarkan, mulai dari “Bagaimana mencegah suap dalam pemilihan OSIS?” hingga “Apa sanksi hukum untuk korupsi di sekolah?”
Antusiasme siswa menunjukkan bahwa generasi muda Sumbawa Barat tidak diam menghadapi korupsi—mereka peduli, berpikir kritis, dan siap menjadi agen perubahan
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tapi merupakan langkah awal membentuk karakter pelajar yang jujur, berani, dan bertanggung jawab. Kejari Sumbawa Barat berharap, bibit integritas yang ditanam hari ini akan tumbuh menjadi pohon kuat yang kelak menaungi Indonesia yang bersih dan berkeadilan. (Admin01-KS)







