Sumbawa Barat, Kanalsumbawa— Upaya menekan kasus gagal ginjal di Kabupaten Sumbawa Barat tidak hanya dilakukan melalui penguatan layanan cuci darah di rumah sakit. Dinas Kesehatan (Dinkes) KSB justru mendorong pencegahan dan deteksi dini sejak masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan di tingkat primer.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof Sitompul, mengatakan penguatan layanan primer menjadi bagian penting dalam mencegah masyarakat mengalami gagal ginjal hingga tahap lanjut.
“Layanan cuci darah di rumah sakit memang penting. Namun, fokus kita bukan hanya menambah mesin cuci darah, melainkan mencegah masyarakat mengalami gagal ginjal tahap lanjut,” tegas dr. Carlof Sitompul, Kamis (3/9).
Menurutnya, pencegahan perlu diarahkan pada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal. Di antaranya hipertensi, diabetes melitus, obesitas, kebiasaan merokok, pola makan tinggi garam dan gula, serta penggunaan obat yang tidak terukur.
Untuk memperkuat pencegahan tersebut, Puskesmas didorong meningkatkan deteksi dini melalui Cek Kesehatan Gratis, pemeriksaan tekanan darah dan pemantauan masyarakat yang masuk kelompok berisiko.
Langkah itu diharapkan dapat membantu menemukan gangguan kesehatan lebih awal, sehingga masyarakat yang memiliki faktor risiko dapat segera mendapatkan penanganan dan pemantauan secara berkelanjutan.
Penguatan layanan primer tersebut juga menjadi bagian dari penerapan Sistem Integrasi dan Akselerasi Gerakan Pelayanan Primer Berbasis Risiko (SIAGA PRIMA). Melalui program ini, pelayanan kesehatan diarahkan untuk lebih aktif memantau kondisi masyarakat berdasarkan tingkat risikonya.
“Masyarakat berisiko tinggi tidak boleh sekadar menunggu berobat. Puskesmas, jejaring layanan kesehatan, dan Tim Reaksi Cepat Ambulans harus memantau dan menindaklanjuti mereka secara aktif,” tambahnya.
Meski pencegahan menjadi fokus jangka panjang, keberadaan fasilitas hemodialisis tetap dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan pasien yang saat ini membutuhkan layanan cuci darah. Dinkes KSB berharap penguatan edukasi, deteksi dini dan pengobatan berkelanjutan di tingkat primer dapat membantu menekan munculnya kasus gagal ginjal tahap lanjut.(Nin-ks)







