Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Harapan masyarakat pesisir di Kabupaten Sumbawa Barat untuk mendapatkan dukungan pembangunan melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) masih terus berproses. Saat ini, dua desa yang diajukan pemerintah daerah tengah menjalani tahapan verifikasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dinas Perikanan KSB memastikan tidak ada perubahan terhadap lokasi yang diusulkan sejak awal. Desa Poto Tano tetap diproyeksikan sebagai pusat kegiatan atau hub program, sementara Desa Lalar berperan sebagai desa penyangga yang akan mendukung pengembangan kawasan nelayan tersebut.

Kepala Dinas Perikanan KSB, Agus Purnawan, menjelaskan bahwa proses penilaian yang dilakukan pemerintah pusat telah memasuki tahapan lanjutan. Sejumlah verifikasi awal telah diselesaikan oleh tim dari KKP dalam beberapa bulan terakhir.

Pada tahap pertama, tim melakukan pemeriksaan administrasi sekaligus pendataan kelompok nelayan yang ada di lokasi usulan. Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan pengisian kuesioner untuk mengukur kondisi dan kebutuhan masyarakat pesisir sebagai bahan penilaian program.

Tidak hanya aspek administrasi, KKP juga melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Verifikasi topografi dilaksanakan pada 27 April 2026 guna memastikan kesesuaian kondisi wilayah dengan rencana pengembangan kawasan nelayan terpadu.

Menurut Agus, seluruh tahapan yang telah dijalani menjadi dasar bagi pemerintah pusat dalam menentukan bentuk intervensi pembangunan yang akan diberikan apabila usulan tersebut nantinya disetujui.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga telah menerima pemberitahuan terkait tahapan verifikasi berikutnya. Namun hingga kini belum ada kepastian waktu kedatangan tim KKP ke Kabupaten Sumbawa Barat untuk melanjutkan proses penilaian.

Jadwal tersebut, kata dia, biasanya menyesuaikan agenda tim verifikasi yang bergerak dari satu daerah ke daerah lainnya. Karena itu, pemerintah daerah masih menunggu informasi resmi mengenai waktu pelaksanaan tahap selanjutnya.

Sementara terkait fasilitas yang akan dibangun, Dinas Perikanan menyebut seluruh desain dan kebutuhan infrastruktur masih menunggu hasil kajian teknis dari KKP. Secara umum, Program Kampung Nelayan Merah Putih diarahkan untuk memperkuat produktivitas masyarakat pesisir melalui penyediaan sarana penunjang perikanan, seperti pabrik es dan fasilitas lain yang disesuaikan dengan kebutuhan nelayan serta karakteristik wilayah yang telah diverifikasi.(Nin-ks