Sumbawa Barat, Kanalsumbawa.— Program Peningkatan Resiliensi dan Mutu Pekerja Migran Indonesia (PRIMA) asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memasuki tahapan baru. Sebanyak 60 peserta yang masih mengikuti pembekalan kini bersiap menjalani pemeriksaan kesehatan atau Medical Check-Up (MCU).

MCU menjadi tahapan penting karena dari 60 peserta tersebut hanya 50 orang yang akan dipilih untuk melanjutkan program. Peserta yang lolos nantinya akan mengikuti pemusatan pelatihan di Jakarta sebelum diberangkatkan ke Jepang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB, Slamet Riadi, S.Pi., M.Si., melalui Kabid Ketenagakerjaan, Nasrullah, mengatakan terdapat penyesuaian jadwal dari rencana sebelumnya. Pergeseran tersebut berkaitan dengan penyelesaian sejumlah kelengkapan administrasi peserta.

“Memang ada pergeseran schedule dari jadwal semula. Penyesuaian ini terjadi karena ada beberapa peserta yang menyusul dalam pemenuhan berkas,” ujar Nasrullah kepada NTBSatu, Kamis, 10 September 2026.

Meski terjadi penyesuaian jadwal, proses pembekalan tetap berjalan. Hingga saat ini, sebanyak 60 peserta masih aktif mengikuti pelatihan secara daring.

“Saat ini jumlahnya masih 60 peserta yang aktif mengikuti pembekalan. Jumlah ini nantinya baru akan tersaring menjadi 50 orang setelah melewati tahapan MCU,” jelasnya.

Untuk tahapan MCU, pendaftaran pemeriksaan dijadwalkan mulai 25 September 2026. Selanjutnya, pemeriksaan kesehatan seluruh peserta akan dilaksanakan pada 29 September.

Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar pada 1 atau 2 Oktober. Peserta yang dinyatakan lolos kemudian akan segera diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan terpusat.

“Begitu hasil MCU kita umumkan di tanggal satu atau dua Oktober, sekitar dua hingga tiga hari setelah itu peserta yang lolos akan langsung diberangkatkan,” katanya.

Di Jakarta, 50 peserta terpilih akan menjalani pemusatan latihan selama tiga bulan, mulai Oktober hingga akhir Desember 2026. Tahapan ini menjadi persiapan lanjutan sebelum mereka mengikuti program kerja di Jepang.

Sesuai agenda, pelatihan di Jakarta ditargetkan rampung pada akhir Desember. Setelah seluruh tahapan tersebut selesai, peserta dijadwalkan mulai diberangkatkan ke Jepang pada awal 2027.

“Sesuai agenda, akhir Desember mereka menyelesaikan pelatihan di Jakarta, sehingga pada awal tahun baru para peserta sudah mulai diberangkatkan ke Jepang,” pungkasnya.( nin-ks)