Lombok Utara, Kanalsumbawa – Sebanyak 595 anak dari keluarga kurang mampu kini mendapat kesempatan mengenyam pendidikan tanpa biaya di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Lombok Utara. Kehadiran sekolah berasrama ini menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah yang berlokasi di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Senin (2/11/2026).

Ratusan siswa tersebut berasal dari jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA. Selain mendapatkan pendidikan gratis, mereka juga memperoleh fasilitas asrama, pemenuhan kebutuhan gizi, pendampingan psikologis, serta pembinaan karakter.

Dalam kesempatan itu, Lalu Muhammad Iqbal menekankan bahwa kesempatan mendapatkan pendidikan harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kemajuan bangsa tidak akan tercapai jika masih ada kelompok masyarakat yang tertinggal.

“Kalau Indonesia harus maju maka semua harus maju bersama-sama. No one left behind, tidak boleh ada yang tertinggal dalam perjalanan kebangsaan ini,” tegasnya.

Sekolah Rakyat merupakan program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan berada di bawah naungan Kementerian Sosial. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

Pemerintah Provinsi NTB juga tengah merencanakan perluasan program Sekolah Rakyat ke sejumlah daerah lainnya. Wilayah yang masuk dalam rencana tersebut meliputi Sumbawa, Bima, Lombok Timur, dan Lombok Tengah.

Perluasan itu diharapkan membuat lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan dengan fasilitas yang memadai.

Dengan sistem pendidikan berasrama, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar mengajar. Pemenuhan kebutuhan dasar dan pembentukan karakter juga menjadi bagian dari layanan yang diberikan kepada para siswa.

Kehadiran 595 siswa di Sekolah Rakyat Lombok Utara sekaligus menjadi langkah awal pemerintah dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan lebih besar untuk meraih masa depan.**