Brang Rea, Kanalsumbawa – Pemerintah Desa Tepas Sepakat tetap menempatkan program pemberdayaan masyarakat sebagai prioritas utama pembangunan desa meskipun alokasi Dana Desa mengalami pengurangan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran.
Kepala Desa Tepas Sepakat, Khairuddin Ikas, menegaskan bahwa berkurangnya anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah desa untuk mengurangi upaya dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu memperkuat kapasitas dan kemandirian warga.
“Pemberdayaan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan desa. Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengurangi perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Khairuddin menjelaskan, berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kemampuan masyarakat akan terus dijalankan sesuai dengan kemampuan keuangan desa. Program-program tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya usaha produktif, meningkatkan keterampilan warga, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Ia menilai, keberhasilan pembangunan desa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Karena itu, investasi dalam bentuk pemberdayaan masyarakat dinilai memiliki dampak jangka panjang yang lebih besar terhadap kemajuan desa.
Selain itu, pemerintah desa juga terus berupaya melakukan penyesuaian dan efisiensi dalam penggunaan anggaran agar program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tetap dapat berjalan. Dengan perencanaan yang matang, keterbatasan dana diharapkan tidak menghambat pelaksanaan program prioritas desa.
Khairuddin berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah desa. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan Desa Tepas Sepakat yang mandiri, maju, dan sejahtera meskipun menghadapi tantangan keterbatasan anggaran.(**)







