Jombang, Kanalsumbawa – Suasana hangat menyelinap di tengah alotnya Sidang Pleno V Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Di selasar Gedung Serba Guna Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Jumat (29/8/2026), KH. Miftah Faqih atau Gus Miftah terlihat berbincang akrab dengan DGH. Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M.
Yang membuat momen ini istimewa, DGH. Musyafirin hadir didampingi sang istri tercinta, Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah Musyafirin, S.Pt., M.M.Inov. Pasangan tokoh asal Sumbawa Barat ini kompak mengikuti seluruh rangkaian muktamar tertinggi NU tersebut.
Obrolan ketiganya mengalir tanpa sekat. Tak membahas soal kandidat Rais Aam atau Ketua Umum, melainkan tentang hal yang lebih mendasar: bagaimana menjaga rumah besar NU agar tetap solid di abad kedua.
Gus Miftah selaku Ketua PBNU Bidang OKK menekankan pentingnya tata kelola yang profesional. Menurutnya, NU harus punya sistem kaderisasi yang jelas dan akuntabel dari pusat hingga ranting.
DGH. Musyafirin menyambung dengan pentingnya sinergi pusat dan daerah. Baginya, kekuatan NU sesungguhnya ada di bawah, di PCNU, MWC, dan ranting yang bersentuhan langsung dengan jamaah.
Sementara Hj. Hanipah yang setia mendampingi suami menambahkan perspektif perempuan dan keluarga. Sebagai Wabup, ia melihat peran Muslimat dan Fatayat serta ketahanan keluarga menjadi kunci menyukseskan program-program NU di daerah.
Kebersamaan pasangan suami istri ini di arena Muktamar ke-35 NU yang berlangsung 26-30 Agustus 2026 menjadi potret harmonis. Di tengah forum yang menentukan arah kepemimpinan NU 2026-2031, semangat ukhuwah dan kekeluargaan seperti inilah yang membuat NU tetap guyub dan memberi harapan baru bagi bangsa.**







