Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, berharap Festival Musik Pelajar se-NTB Rockmasketeer dapat menjadi agenda rutin di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pemerintah daerah menyatakan siap memberikan dukungan agar kegiatan tersebut terus berlanjut sebagai wadah pengembangan bakat, kreativitas, dan prestasi generasi muda.
Harapan itu disampaikan Amar saat menutup Festival Musik Pelajar se-NTB Rockmasketeer 3 di Gedung Hadinapati, Kemutar Telu Center (KTC), Sabtu malam (7/11/2026).
Dalam sambutannya, Amar menilai Rockmasketeer merupakan ruang positif bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan, mengasah kreativitas, sekaligus membangun keberanian tampil dan berkompetisi di bidang musik.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan. Lebih dari itu, festival tersebut memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Ia berpesan kepada peserta yang berhasil meraih juara agar tidak cepat berpuas diri. Prestasi yang diperoleh harus menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan.
“Bagi yang menjadi pemenang, jangan berpuas diri. Teruslah mengembangkan kemampuan dan tingkatkan prestasi. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena masih banyak kesempatan untuk menunjukkan kemampuan,” pesannya.
Amar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dari berbagai kabupaten dan kota di NTB yang telah ambil bagian dalam Rockmasketeer 3. Kehadiran mereka dinilai memberikan warna tersendiri bagi perkembangan musik pelajar di Sumbawa Barat.
Ia mengucapkan terima kasih kepada para peserta dari luar daerah yang telah meluangkan waktu untuk datang dan menampilkan kemampuan terbaik di panggung Rockmasketeer.
Bupati berharap festival tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan tahun ini. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, kata dia, siap memberikan dukungan agar Rockmasketeer dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda rutin yang dinantikan kalangan pelajar.
“Kita berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin. Pemerintah daerah tentu akan memberikan dukungan agar Rockmasketeer terus berlanjut,” ujarnya.
Rockmasketeer 3 menjadi momentum kebangkitan festival musik pelajar yang pertama kali diselenggarakan pada 2003 dan berlanjut pada 2004. Setelah terhenti selama lebih dari dua dekade, festival ini kembali digelar bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Lahir Kabupaten Sumbawa Barat ke-23.
Pada penyelenggaraan tahun ini, delapan band pelajar berhasil menembus babak final. Dari kategori SMP, terdapat Matansa Band dari MTsN 1 Sumbawa Barat, Sky White Band dari SMPN 1 Taliwang, dan Six String Band dari SMPN 1 Sumbawa.
Sementara kategori SMA diisi lima finalis, yakni Wild Horses Band dari SMAN 2 Sumbawa, Vental Band dari SMAN 1 Taliwang, Sun Flower dari SMAN 1 Seteluk, Minus One Band dari SMAN 1 Taliwang, serta Smandatang Band dari SMAN 2 Taliwang.
Sebelumnya, Dewan Pembina Komppas Indonesia, Benny Tanaya, menyampaikan bahwa Rockmasketeer 3 merupakan bagian dari upaya menjaga ekosistem musik pelajar bersama Solidarity Center. Ia berharap festival tersebut tidak hanya digelar pada momentum tertentu, tetapi menjadi ruang berkelanjutan bagi lahirnya talenta-talenta musik baru.
Hal senada disampaikan dewan juri, Heri Masbiawan dan Gigi Alfajar. Keduanya menilai kegiatan seni memiliki peran penting dalam membangun karakter, kedisiplinan, dan kerja sama di kalangan pelajar. Selain itu, kegiatan seperti Rockmasketeer juga dapat mendorong generasi muda untuk berani menciptakan karya musik sendiri.
Kembalinya Rockmasketeer setelah 22 tahun menjadi momentum untuk menghidupkan kembali panggung kreativitas pelajar di NTB. Dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak diharapkan dapat menjaga keberlanjutan festival ini sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan meraih prestasi di bidang musik.**







