Sumbawa Barat, Kanalsumbawa — Sejumlah peserta Gerak Jalan Tepat Waktu kategori SMP dan SMA mengalami kelelahan setelah menyelesaikan rute perlombaan di Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa, 8 September 2026. Beberapa peserta bahkan sempat pingsan dan langsung mendapat pertolongan petugas di lokasi.
Cuaca yang cukup terik menjadi tantangan bagi para pelajar selama mengikuti perlombaan. Kondisi peserta yang kelelahan lebih banyak terlihat ketika mereka tiba di garis finis setelah menempuh rute yang telah ditentukan.
Petugas yang bersiaga di lokasi kemudian membantu mengevakuasi peserta yang membutuhkan pertolongan. Hampir seluruh ambulans yang disiapkan untuk kegiatan tersebut dikerahkan untuk menangani peserta yang mengalami penurunan kondisi fisik.
Penanganan kesehatan melibatkan tim dari Dinas Kesehatan, RSUD Asy-Syifa, dan Puskesmas Taliwang. Peserta yang membutuhkan pertolongan dibawa menuju posko kesehatan maupun ambulans untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan awal.
Kabid Pemuda dan Olahraga Disparpora KSB, Rizki, mengatakan kondisi tersebut telah diantisipasi melalui koordinasi sebelum perlombaan. Panitia bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait telah melakukan rapat untuk menyiapkan dukungan selama kegiatan berlangsung.
“Sudah kita antisipasi. Sebelum pelaksanaan ini kan dua, tiga kali kita rapat koordinasi dengan OPD terkait, termasuk Kesehatan, Perhubungan, Kepolisian, Satpol PP, semua,” kata Rizki.
Menurutnya, Dinas Kesehatan juga meminta dukungan dari rumah sakit dan puskesmas untuk memperkuat pelayanan kesehatan selama kegiatan.
“Memang tim dari Dinkes sendiri kan juga minta bantuan dari rumah sakit, kemudian minta bantuan dari Puskesmas juga. Nah, jadi kolaborasi tiga ini,” ujarnya.
Gerak Jalan Tepat Waktu dilaksanakan dalam beberapa kategori. Kategori SD digelar pada 7 September, kemudian kategori SMP dan SMA pada 8 September. Selanjutnya, kategori instansi umum putra dijadwalkan pada 9 September dan instansi umum putri pada 10 September.
Untuk kategori SMP, peserta mencapai sekitar 101 regu, sedangkan kategori SMA diikuti sekitar 35 regu. Banyaknya peserta yang mengalami kelelahan pada pelaksanaan hari itu menjadi bahan evaluasi panitia.
Rizki mengatakan, salah satu hal yang akan dipertimbangkan untuk pelaksanaan tahun depan adalah memperpendek rute khusus kategori SMP dan SMA.
“Khusus SMP, SMA mungkin kita rutenya itu kita perpendek lagi untuk tahun depan. Jadi bahan evaluasi,” katanya.
Penanganan peserta yang kelelahan hingga sempat pingsan dilakukan petugas di lokasi setelah mereka menyelesaikan rute perlombaan. Kesiapan tim kesehatan bersama unsur terkait menjadi bagian dari penanganan selama kegiatan berlangsung.(Nin-ks)







