Mataram, Kanalsumbawa – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi meluncurkan Gerakan Literasi Tradisional (GELITRA) NTB sebagai upaya memperkuat budaya membaca dan menulis di tengah masyarakat. Peluncuran dilakukan langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, pada rangkaian Kemah Literasi NTB 2026 yang berlangsung di Gedung Layanan Perpustakaan Provinsi NTB, Minggu (5/7).

Peluncuran GELITRA menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam membangun ekosistem literasi berbasis desa. Program yang diinisiasi Bunda Literasi NTB bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB itu diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus memperkuat karakter masyarakat sebagai bekal menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

Dalam sambutannya, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa desa harus menjadi titik awal pembangunan budaya literasi. Menurutnya, kemajuan bangsa sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam membangun pola pikir yang kritis melalui kebiasaan membaca dan menulis.

“Kalau kita ingin mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045, maka membangun budaya literasi harus dimulai dari desa. Desa adalah fondasi untuk menumbuhkan kebiasaan membaca, menulis, dan membangun cara berpikir yang kritis di tengah masyarakat,” tegas Miq Iqbal.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), tidak boleh menggeser kebiasaan membaca buku. Gubernur menilai membaca secara utuh tetap menjadi cara terbaik untuk membentuk pemikiran yang mendalam, memperluas wawasan, serta melahirkan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

Selain meresmikan GELITRA NTB, Pemerintah Provinsi NTB turut meluncurkan sejumlah program pendukung yang saling terintegrasi. Kegiatan tersebut meliputi Deklarasi Relawan GELITRA NTB, peluncuran Gerakan Hibah Sejuta Buku (HIBAH SAKU), serta peresmian inovasi Wisata Arsip dan Transformasi Arsip Digital sebagai bagian dari penguatan layanan literasi dan kearsipan.

Sementara itu, Bunda Literasi NTB, Sinta M. Iqbal, menjelaskan bahwa GELITRA dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang tidak hanya berfokus pada peningkatan minat baca. Menurutnya, literasi harus mampu menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di berbagai bidang.

“GELITRA bukan sekadar meningkatkan minat baca, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, hingga penguatan karakter keluarga,” ujar Sinta M. Iqbal.

Pemerintah Provinsi NTB berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, sekolah, komunitas, relawan, hingga keluarga, dapat berperan aktif membangun budaya literasi berbasis nilai-nilai budaya lokal. Dengan kolaborasi tersebut, NTB diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(**)