Lombok Barat, Kanalsumbawa – Kesiapsiagaan warga pesisir dalam menghadapi potensi bencana terus diperkuat. Melalui program pengabdian masyarakat bertajuk “Edukasi Tanggap Bencana pada Masyarakat Pesisir Teluk Gok, Kabupaten Lombok Barat”, warga diajak untuk lebih siap dan tanggap terhadap risiko bencana di wilayah pesisir, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Negeri Mataram (UNRAM) bersama BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat dan BPBD Kabupaten Lombok Barat. Selain menyasar masyarakat pesisir, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dalam upaya peningkatan kapasitas dan literasi kebencanaan.

Sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah ini dinilai krusial untuk membangun kesadaran kolektif. Tujuannya agar masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir mampu mengenali potensi risiko di sekitarnya dan mengambil langkah yang tepat saat situasi darurat terjadi.

Dalam sesi edukasi, peserta dibekali berbagai materi penting, mulai dari pengenalan jenis risiko bencana di wilayah pesisir, langkah mitigasi dan kesiapsiagaan, apa yang harus dilakukan sebelum dan saat bencana terjadi, hingga prosedur evakuasi yang aman. Warga juga ditekankan pentingnya komunikasi dan gotong royong antar sesama ketika menghadapi kondisi krisis.

Menariknya, edukasi disampaikan secara partisipatif. Masyarakat tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga diajak aktif berbagi pengalaman dan pengetahuan lokal terkait karakteristik lingkungan Teluk Gok.

Kehadiran BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten Lombok Barat diharapkan mampu menjembatani pengetahuan kebencanaan secara teoritis dengan praktik kesiapsiagaan yang bisa langsung diterapkan dalam keseharian warga.

Pihak BPBD Provinsi NTB menegaskan, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam pengurangan risiko bencana.
“Kesiapsiagaan itu tidak dibangun saat bencana baru terjadi. Masyarakat harus punya pengetahuan untuk mengenali risiko sejak dini dan tahu persis apa yang harus dilakukan ketika dalam kondisi darurat,” ujarnya.**