Sumbawa Barat, Kanalsumbawa — Sebanyak 397 orang mendaftar program pelatihan alat berat Batch II hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan United Tractors (UT) School. Dari jumlah tersebut, hanya 32 orang yang akan diterima, terbagi dalam 16 kuota kelas mekanik dan 16 kuota kelas operator alat berat.

Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB, Randi Darmansyah, mengatakan tingginya animo masyarakat membuat masa pendaftaran yang semula dijadwalkan tutup pada 21 Agustus 2026 diperpanjang hingga 23 Agustus 2026.

“Untuk pertama kalinya akan kita laksanakan di Sumbawa Barat. UT akan menyediakan infrastrukturnya, alat peraga, instruktur, dan lain-lain untuk kita laksanakan di gedung BLK yang baru,” kata Randi saat diwawancarai, Rabu, 26 Agustus 2026.

Dari 397 pendaftar, sebanyak 322 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi, sementara 75 lainnya belum memenuhi persyaratan. Menurut Randi, penyaringan awal meliputi pemeriksaan buta warna dan penglihatan, kesesuaian berat badan dengan tinggi badan, serta batas usia yang disesuaikan dengan kebutuhan bidang operator dan mekanik alat berat.

Peserta yang lolos seleksi administrasi kemudian mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) selama dua hari di SMK Negeri 1 Taliwang, dilanjutkan dengan wawancara dan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU).

BLK KSB juga memberi kesempatan kedua kepada sembilan peserta Batch I yang sebelumnya sudah lolos TPA namun belum melanjutkan ke tahap pelatihan. Mereka dipanggil kembali untuk mengikuti wawancara dan MCU tanpa harus mengulang TPA, selama masih memenuhi ketentuan yang berlaku.

Batch II juga membawa perubahan pada pelaksanaan kelas mekanik. Jika pada Batch I pelatihan mekanik digelar di Jakarta, kali ini pelatihannya direncanakan berlangsung di gedung BLK baru KSB, dengan UT School menyediakan peralatan praktik, infrastruktur, dan instruktur. Ini menjadi kali pertama pelatihan mekanik UT School dilaksanakan langsung di Sumbawa Barat.

Sementara itu, peserta kelas operator akan mengikuti pelatihan di UT School Semarang. Sebelum masuk pelatihan, peserta yang dinyatakan lolos akan menjalani pembinaan mental dan fisik selama dua pekan — peserta operator di Magelang, sedangkan peserta mekanik di Kodim.

Randi menyebut pelatihan ini sebagai bagian dari investasi jangka panjang pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia KSB agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia industri.

“Pemda ini investasi besar jangka panjang sumber daya manusia KSB. Ini investasi ke sumber daya manusia KSB,” katanya.(Nin-ks)