Sumbawa Barat, Kanalsumbawa— Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai memasuki tahapan yang berkaitan langsung dengan kesiapan sistem pemungutan suara elektronik. Pemerintah daerah menyiapkan tenaga teknis yang akan mendampingi pelaksanaan e-voting di masing-masing desa penyelenggara.

Sebanyak 21 Tenaga Teknis Lapangan (TTL) disiapkan untuk mengawal penerapan e-voting di 21 desa yang akan melaksanakan Pilkades. Selain itu, terdapat enam Tenaga Teknis Utama (TTU) yang bertugas mendukung kebutuhan teknis dalam pelaksanaan pemilihan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KSB, H. Abdul Hamid, mengatakan para tenaga teknis tersebut perlu mendapatkan pembekalan sebelum diterjunkan ke lapangan. Pelatihan menjadi bagian dari persiapan agar penggunaan sistem elektronik dalam Pilkades dapat dijalankan sesuai tugas masing-masing.

Pembekalan bagi tenaga teknis dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 6 sampai 8 Oktober 2026. Tahap awal diperuntukkan bagi Tenaga Teknis Utama, kemudian dilanjutkan dengan pembekalan bagi Tenaga Teknis Lapangan dan diakhiri dengan proses sertifikasi.

“Untuk hari pertama kita fokuskan kepada Tenaga Teknis Utama, kemudian hari kedua Tenaga Teknis Lapangan. Setelah itu hari ketiga dilanjutkan dengan sertifikasi,” kata Abdul Hamid, Senin (5/10/2026).

Menurut Abdul Hamid, penempatan tenaga teknis lapangan disesuaikan dengan jumlah desa yang mengikuti Pilkades Serentak 2026. Dengan demikian, setiap desa memiliki satu tenaga yang secara khusus mendukung kebutuhan teknis pelaksanaan e-voting.

“Jumlah TTL tersebut disesuaikan dengan jumlah desa yang akan melaksanakan Pilkades, artinya satu desa disiapkan satu tenaga teknis,” ujarnya.

Setelah rangkaian pelatihan selesai, persiapan tidak berhenti pada tenaga teknis. Pemerintah daerah juga menjadwalkan sosialisasi sekaligus simulasi penggunaan perangkat e-voting kepada masyarakat pada 12 hingga 15 Oktober 2026.

Simulasi tersebut akan menggunakan perangkat yang disiapkan PT INTEN. Masyarakat nantinya dapat melihat sekaligus mencoba secara langsung mekanisme penggunaan perangkat sebelum pemungutan suara berlangsung.

Abdul Hamid mengatakan simulasi secara langsung diharapkan membuat masyarakat lebih mudah memahami cara menggunakan perangkat e-voting. Dengan begitu, warga memiliki gambaran mengenai proses pemilihan sebelum hari pelaksanaan.

“Karena langsung simulasi menggunakan perangkat yang disiapkan PT INTEN, sosialisasinya akan lebih mudah,” katanya.

Seluruh tahapan persiapan tersebut dijadwalkan berlangsung sebelum pemungutan suara Pilkades Serentak KSB yang akan digelar pada 25 Oktober 2026. Setelah tenaga teknis mendapat pembekalan dan masyarakat mengikuti simulasi, penerapan e-voting akan memasuki tahap pelaksanaan di 21 desa peserta Pilkades.(Nin-ks)