Sumbawa Barat (Kanalsumbawa) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus memperkuat upaya pelestarian budaya daerah melalui berbagai program yang menyasar pelajar dan masyarakat.
Sepanjang tahun 2026, sejumlah kegiatan edukatif dan festival budaya disiapkan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya lokal.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud KSB, Muhammad Ikhsan, S.E., M.M.Inov,
mengatakan pelestarian budaya menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah di tengah derasnya arus modernisasi yang berpotensi menggerus nilai-nilai tradisi.
Menurutnya, berbagai program telah dan sedang dilaksanakan sebagai langkah nyata memperkenalkan sejarah, bahasa, seni, dan adat istiadat kepada generasi muda agar tetap mengenal identitas budayanya.
Salah satu kegiatan yang telah digelar adalah Lomba Cerdas Cermat (LCC) Sejarah tingkat SMP. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap sejarah lokal maupun nasional sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan budaya sejak dini.
Selain itu, Disdikbud KSB juga tengah menjalankan program Seniman Masuk Desa dan Sekolah. Program ini melibatkan para seniman lokal untuk memberikan pelatihan seni kepada anak-anak dan remaja di tiga desa serta satu kelurahan.
Pelatihan yang diberikan meliputi seni tari tradisional, musik daerah, rebana, hingga kasidah. Melalui program tersebut, pemerintah berharap generasi muda tidak hanya mengenal budaya daerahnya, tetapi juga mampu menjadi pelaku dan penerus tradisi budaya.
“Jika budaya tidak diperkenalkan sejak dini, maka dikhawatirkan akan semakin terpinggirkan oleh perkembangan zaman. Karena itu kami terus menghadirkan ruang belajar budaya bagi generasi muda,” ujar Ikhsan. pada Jumat 05/06/2026
Sebagai agenda besar tahun ini, Disdikbud KSB akan menggelar Pekan Kebudayaan Daerah mulai 27 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung selama sepekan itu akan melibatkan siswa SD dan SMP dalam berbagai lomba olahraga tradisional serta seni budaya khas Sumbawa.
Cabang yang diperlombakan antara lain terompah dan egrang (longga), sementara untuk seni budaya meliputi Sakeco, Ngumang, Melangko, hingga lomba bercerita menggunakan Bahasa Sumbawa. Selain itu, Disdikbud juga akan mengadakan sosialisasi kepurbakalaan dan kesejarahan bagi guru serta siswa SMP dan MTs, serta mempersiapkan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) sebagai upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah.







