Mataram, Kanalsumbawa – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong hadirnya Fakultas Kedokteran Gigi sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan gigi dan mulut di daerah. Langkah ini dinilai penting mengingat kebutuhan tenaga dokter gigi, khususnya dokter gigi spesialis, masih belum sebanding dengan jumlah penduduk maupun fasilitas kesehatan yang ada.

Gagasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS, saat mewakili Gubernur NTB dalam pelantikan pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Provinsi serta Kabupaten/Kota se-NTB di Hotel Prime Park Mataram, pada Sabtu (1/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Hamzi Fikri mengatakan keberadaan Fakultas Kedokteran Gigi di NTB diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menambah jumlah tenaga dokter gigi yang nantinya dapat mengabdi di berbagai daerah, termasuk wilayah yang selama ini masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan.

“Kami berharap ke depan NTB memiliki Fakultas Kedokteran Gigi sehingga dapat melahirkan lebih banyak dokter gigi yang siap memberikan pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah NTB,” ujarnya.

Data Dinas Kesehatan menunjukkan rasio dokter gigi di NTB saat ini baru mencapai sekitar 0,06 dokter gigi per 1.000 penduduk. Angka tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi yang merata kepada masyarakat.

Tantangan lainnya terlihat dari masih adanya 27 dari 177 puskesmas di NTB yang belum memiliki dokter gigi. Kondisi itu membuat akses layanan kesehatan gigi di sejumlah wilayah belum dapat berjalan secara optimal.

Selain memperkuat sumber daya manusia, Hamzi Fikri juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Ia menyebut, berdasarkan data nasional, 94,5 persen masyarakat Indonesia sudah terbiasa menyikat gigi, namun hanya sekitar 2,8 hingga 5 persen yang melakukannya dengan teknik dan waktu yang benar.

Karena itu, masyarakat diimbau membiasakan menyikat gigi dua kali sehari, yakni setelah sarapan pada pagi hari dan sebelum tidur pada malam hari. Kebiasaan sederhana tersebut dinilai mampu menekan risiko berbagai penyakit gigi dan mulut sekaligus menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Pelantikan pengurus PDGI Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTB juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan organisasi profesi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi. Dengan dukungan tenaga kesehatan yang semakin memadai serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi, pemerataan layanan hingga ke berbagai daerah di NTB diharapkan dapat terwujud secara bertahap.**