Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus memperkuat upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) melalui optimalisasi pemanfaatan aplikasi digital SIGAP IBU. Langkah tersebut dilakukan dalam kegiatan Penguatan Pemanfaatan Aplikasi SIGAP IBU yang digelar di Aula Kedai Sawah, Taliwang, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan KSB itu dipimpin Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Sulastri, SKM. Pertemuan diikuti tim Kesehatan Keluarga, penanggung jawab Klaster 2, penanggung jawab program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), bidan koordinator persalinan, hingga Tim Reaksi Cepat (TRC) dari seluruh puskesmas di Kabupaten Sumbawa Barat.

Sulastri menegaskan, keberhasilan menurunkan angka kematian ibu dan bayi sangat bergantung pada kemampuan tenaga kesehatan mendeteksi faktor risiko sejak awal. Menurutnya, ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, maupun bayi baru lahir yang masuk kategori berisiko harus dipantau secara intensif agar komplikasi dapat dicegah sedini mungkin.

Ia mengungkapkan, hasil pemantauan di lapangan masih menunjukkan adanya ibu hamil dengan kondisi risiko tinggi yang membutuhkan pengawasan lebih ketat. Karena itu, seluruh tenaga kesehatan diminta meningkatkan ketelitian dalam melakukan skrining serta memastikan setiap kasus memperoleh penanganan sesuai standar pelayanan.

Dalam pertemuan tersebut, peserta juga mendapatkan penguatan teknis penggunaan aplikasi SIGAP IBU sebagai sistem pencatatan, pelaporan, dan pemantauan kesehatan ibu dan bayi secara terintegrasi. Aplikasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih lengkap, akurat, dan cepat sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan maupun intervensi kesehatan yang tepat sasaran.

Optimalisasi SIGAP IBU juga menjadi bagian dari implementasi transformasi sistem kesehatan melalui digitalisasi layanan. Dengan dukungan sistem informasi yang terintegrasi, proses pemantauan ibu hamil berisiko, tindak lanjut kasus, hingga mekanisme rujukan diharapkan berlangsung lebih cepat dan efisien.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan KSB menargetkan seluruh puskesmas mampu memanfaatkan aplikasi SIGAP IBU secara maksimal. Selain mempercepat respons terhadap kasus berisiko tinggi, para peserta juga berkomitmen menyusun rencana tindak lanjut di wilayah kerja masing-masing agar deteksi dini dan penanganan ibu serta bayi semakin optimal.

Penguatan kapasitas tenaga kesehatan yang didukung teknologi digital diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Sumbawa Barat. Dengan sistem yang lebih responsif, terintegrasi, dan berbasis data, pemerintah daerah optimistis upaya menekan angka kesakitan serta kematian ibu dan bayi dapat berjalan lebih efektif.(**)