TALIWANG, Kanalsumbawa.– Sebanyak 42 pejabat Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mendapat ruang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus belajar dari pengalaman para tokoh yang pernah memimpin pemerintahan di Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa.

Hal itu menjadi bagian dari Retret Kepemimpinan Pejabat Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2026 yang direncanakan berlangsung pada 11–13 September 2026 dengan mengusung tema “Pemimpin Tangguh, Birokrasi Berdampak, Masyarakat Sejahtera.”

Peserta retret terdiri dari seluruh kepala perangkat daerah, staf ahli bupati, asisten, kepala dinas, kepala badan dan pejabat eselon III/A. Khusus camat dan Kepala RSUD Asy-Syifa juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Kepala BKPSDM Sumbawa Barat, Agusman, S.Pt., mengatakan kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk memperkuat kemampuan pejabat dalam menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga mendorong perubahan dalam cara memimpin organisasi.

“Kepemimpinan birokrasi tidak cukup hanya ditandai dengan kemampuan menjalankan tugas administratif, tetapi harus mampu menghasilkan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat,” kata Agusman.

Harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah terbentuknya pola kepemimpinan yang lebih kolaboratif, adaptif, responsif dan berorientasi pada hasil. Pola tersebut dinilai penting agar perangkat daerah tidak hanya menjalankan rutinitas pemerintahan, tetapi mampu membaca persoalan dan menghadirkan solusi yang memberi dampak bagi masyarakat.

Salah satu agenda yang disiapkan dalam retret adalah Bincang Tokoh. Enam tokoh direncanakan berbagi cerita dan pengalaman selama memimpin pemerintahan, sehingga peserta bisa melihat langsung berbagai pengalaman dalam menghadapi persoalan, mengambil keputusan dan menjalankan roda pemerintahan.

Menurut Agusman, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bahan refleksi bagi para pejabat untuk melihat kembali cara mereka memimpin, membangun tim, menyelesaikan persoalan dan mendorong kerja sama antarperangkat daerah.

“Kepemimpinan ke depan diharapkan bergerak dari pola bekerja berdasarkan rutinitas menuju bekerja berdasarkan dampak,” ujarnya.

Tema “Pemimpin Tangguh, Birokrasi Berdampak, Masyarakat Sejahtera” juga menjadi penegasan bahwa kepemimpinan birokrasi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan administratif. Lebih dari itu, setiap pemimpin diharapkan mampu membawa perubahan yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Retret ini juga didukung personel Kodim 1628/Sumbawa Barat yang dilibatkan untuk membantu panitia internal BKPSDM selama kegiatan berlangsung. Setelah retret selesai, para pejabat diharapkan tidak hanya membawa pengalaman baru, tetapi juga menghadirkan sedikitnya satu perubahan nyata di OPD masing-masing.

Dengan demikian, keberhasilan retret nantinya tidak sekadar dilihat dari terlaksananya rangkaian kegiatan, tetapi dari perubahan pola kepemimpinan, cara kerja yang lebih kolaboratif dan responsif, serta kemampuan perangkat daerah menghadirkan hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat.(Nin-ks)