Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat mulai menerapkan mekanisme baru dalam penjaringan Program Pemuda Pelopor. Melalui skema tersebut, pemerintah desa dan kelurahan diberi peran untuk mengusulkan kandidat terbaik sebelum mengikuti seleksi di tingkat kabupaten sebagai langkah menuju seleksi tingkat provinsi hingga nasional.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disparpora KSB, Rizki Syahputra, S.IP., M.M.Inov, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pembinaan kepemudaan sekaligus memberi ruang lebih besar kepada pemerintah desa dalam mengidentifikasi potensi generasi muda di wilayahnya.

Dalam wawancara pada Rabu (15/7/2026), Rizki menjelaskan bahwa mekanisme seleksi tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah kabupaten.

“Kalau dulu langsung kita yang melakukan seleksi. Sekarang melalui program Pemuda Pelopor Desa, desa yang mengusulkan kandidatnya ke kabupaten. Setelah itu kami melakukan seleksi sebelum diusulkan ke tingkat provinsi hingga nasional,” ujar Rizki.

Ia menjelaskan, Program Pemuda Pelopor Desa merupakan tindak lanjut dari pembinaan kewirausahaan yang menyasar pemuda berusia 16 hingga 30 tahun. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan wirausaha muda yang mandiri, inovatif, dan memberi manfaat bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Saat ini, Disparpora KSB tengah memantau dua wirausaha muda binaan yang dipersiapkan sebagai kandidat Pemuda Pelopor Kabupaten Sumbawa Barat. Keduanya berasal dari Desa Rara Ronges dan Desa Lalar Liang.

Menurut Rizki, penilaian dalam program tersebut tidak hanya melihat keberlangsungan usaha, tetapi juga dampak yang dihasilkan. Indikator yang menjadi perhatian meliputi perkembangan usaha, peningkatan omzet, kemampuan menciptakan lapangan kerja, serta kontribusi sosial kepada masyarakat.

Selain melakukan penjaringan kandidat, Disparpora KSB akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap perkembangan usaha para peserta sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran pembinaan pada tahun 2027. Bentuk dukungan yang diberikan antara lain sertifikat, piala, dan uang pembinaan bagi peserta yang memenuhi kriteria penilaian.

Di sisi lain, Disparpora KSB juga berkolaborasi dengan sektor ekonomi kreatif dalam mendukung pengembangan usaha para pemuda. Melalui APBD Perubahan Tahun 2026, bantuan berupa peralatan usaha akan disalurkan secara bertahap kepada pelaku usaha yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.

Rizki menambahkan, Disparpora menargetkan sedikitnya 20 pemuda setiap tahun mengikuti pelatihan dan pembinaan. Sementara itu, pendaftaran Program Pemuda Pelopor direncanakan mulai dibuka pada Agustus 2026.(Nin-ks)