Jombang, Kanalsumbawa — Bupati Sumbawa Barat (KSB) periode 2016–2025, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M., hadir dalam pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026) sore. Ia datang bersama istrinya, Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah Musyafirin, S.Pt., M.M.Inov., di tengah ribuan utusan NU dari seluruh Indonesia yang memadati Lapangan Untung Suropati, Tambakberas.

Kehadiran keduanya berlangsung bersamaan dengan momen bersejarah pembukaan Muktamar yang langsung dipimpin Presiden Prabowo Subianto, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Forum permusyawaratan tertinggi NU yang digelar setiap lima tahun ini juga dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, mantan wakil presiden periode sebelumnya, serta pejabat daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyambut langsung kedatangan Presiden di lokasi acara. Suasana di sekitar Tambakberas pun tampak lebih ramai dari biasanya, dengan ribuan nahdliyin yang berdatangan sejak siang untuk menyaksikan langsung prosesi pembukaan forum lima tahunan tersebut.

Bagi Musyafirin, kehadirannya di Tambakberas bukan hal baru. Selama dua periode memimpin Sumbawa Barat, ia dikenal sebagai salah satu kepala daerah yang konsisten hadir dalam berbagai kegiatan NU di Nusa Tenggara Barat, termasuk saat menjabat Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Sumbawa Barat.

Rekam jejaknya di organisasi keagamaan maupun kemasyarakatan turut memperkuat kedekatannya dengan NU. Selain aktif di PCNU, Musyafirin juga tercatat pernah memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumbawa Barat serta Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Provinsi NTB.

Kali ini, ia kembali menyempatkan diri datang ke Jombang bersama sang istri untuk menyaksikan langsung pembukaan muktamar yang dinilainya sebagai momentum penting bagi jam’iyyah NU. Kehadiran keduanya turut mewakili unsur tokoh daerah asal Nusa Tenggara Barat di ajang tersebut.

Musyafirin mengatakan kehadiran Presiden dan Wakil Presiden dalam pembukaan Muktamar menunjukkan besarnya perhatian negara terhadap NU sebagai organisasi keagamaan. Menurutnya, forum ini menjadi ajang konsolidasi besar untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah di kalangan umat.

“Kehadiran Bapak Presiden dan Wakil Presiden RI beserta para tokoh nasional menunjukkan besarnya perhatian negara terhadap jam’iyyah NU. Muktamar Ke-35 ini menjadi ajang konsolidasi besar untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan wathaniyah demi kemaslahatan umat,” ujarnya.

Muktamar Ke-35 NU berlangsung sejak 27 hingga 31 Agustus 2026, dengan agenda memilih kepengurusan baru PBNU untuk lima tahun ke depan sekaligus membahas berbagai isu keagamaan dan kebangsaan. Rangkaian kegiatan ini akan diikuti oleh utusan pengurus NU dari seluruh provinsi di Indonesia hingga akhir pekan.

Bagi Musyafirin dan istrinya, kehadiran di ajang ini sekaligus menjadi kesempatan mempererat silaturahmi dengan ulama dan pengurus NU dari berbagai wilayah di Indonesia, sekaligus menegaskan kembali kedekatan keduanya dengan organisasi yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan mereka di Sumbawa Barat.**