Sumbawa Barat, Kanalsumbawa. — Proses menuju penempatan kerja di Jepang mulai dijalani peserta Program Peningkatan Resiliensi dan Mutu Pekerja Migran Indonesia (PRIMA) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Saat ini, peserta yang lolos tahapan awal tengah mengikuti pembekalan secara daring.

Program tersebut merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara. Dalam tahap pembekalan, peserta mengikuti kelas daring bersama lembaga ISO Jepang selama satu bulan.

Pembelajaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian seleksi sebelum peserta melanjutkan ke tahapan berikutnya. Disnakertrans KSB masih memantau proses yang berjalan, termasuk kedisiplinan peserta dalam mengikuti materi dan arahan dari pengajar.

Kepala Disnakertrans KSB, Slamet Riadi, S.Pi., melalui Kepala Bidang Ketenagakerjaan, mengatakan peserta saat ini masih berkonsentrasi menyelesaikan pembelajaran daring yang menjadi salah satu tahapan program.

“Peserta saat ini tengah fokus menempuh online class bersama ISO Jepang selama satu bulan,” ujarnya.

Setelah pembekalan daring selesai, peserta akan menghadapi pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU). Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu tahapan yang harus dilewati sebelum peserta ditetapkan untuk mengikuti pelatihan lanjutan.

Dari peserta yang saat ini mengikuti proses seleksi, nantinya akan ditetapkan 50 orang untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Penentuan tersebut belum dilakukan karena seluruh peserta masih harus mengikuti MCU.

“Jumlah peserta belum tersaring 50 orang karena harus melewati tahapan MCU terlebih dahulu,” katanya.

Disnakertrans KSB menjadwalkan MCU pada akhir September 2026. Peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan kemudian akan diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan lanjutan.

Pelatihan di Jakarta menjadi tahapan persiapan sebelum peserta melanjutkan proses menuju Jepang. Dengan demikian, perjalanan peserta dari tahap pembekalan hingga keberangkatan masih harus melewati sejumlah proses seleksi.

“Pelaksanaan MCU berlangsung akhir September, lalu peserta yang lolos akan berangkat ke Jakarta,” pungkasnya.(Nin-ks)