Lombok Barat, Kanalsumbawa— Tim dosen Program Studi Sosiologi Universitas Mataram (Unram) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi literasi kebencanaan bagi anak-anak di kawasan pesisir Teluk Gok, Sekotong Barat, Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan yang mengusung tema Literasi Bencana pada Anak-anak di Kawasan Pesisir tersebut digelar Selasa, 11 Agustus 2026. Sebanyak 42 peserta yang terdiri atas 15 anak dan 27 orang tua mengikuti kegiatan tersebut.

Tim pengabdian diketuai Arif Nasrullah, M.Hum., dengan anggota Hafizah Awalia, M.Sosio., dan I Dewa Made Satya Parama, M.A. Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten Lombok Barat.

“Literasi kebencanaan ini kami khususkan kepada anak-anak agar mereka memiliki modal pengetahuan dan kesiapsiagaan sejak dini untuk menghadapi bencana. Selain itu, anak-anak juga termasuk kelompok rentan ketika bencana datang,” ujar Arif Nasrullah.

Teluk Gok merupakan kawasan pesisir yang memiliki risiko terhadap sejumlah bencana, seperti gempa bumi, tsunami, dan banjir rob. Kondisi geografis kawasan tersebut juga menjadi salah satu tantangan dalam proses evakuasi ketika terjadi bencana.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan tanda-tanda bencana, langkah penyelamatan diri, serta jalur evakuasi menuju titik kumpul yang telah disepakati bersama masyarakat.

Selain mendapatkan edukasi, peserta juga dilatih menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan dasar untuk kondisi darurat. Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan simulasi evakuasi untuk membiasakan anak-anak bergerak cepat dan tertib menuju lokasi yang aman.

Menurut Arif, edukasi kebencanaan sejak dini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan anak, tetapi juga membangun sikap siap menghadapi risiko bencana serta kepedulian terhadap lingkungan.

“Literasi bencana sejak dini adalah langkah penting membangun budaya sadar bencana di kawasan pesisir,” katanya.

Ke depan, kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan penyusunan modul literasi bencana berbasis kondisi lokal serta simulasi evakuasi secara rutin. Kegiatan itu diharapkan melibatkan anak-anak, guru, orang tua, dan tokoh masyarakat sehingga kesiapsiagaan bencana dapat dibangun secara bersama-sama.

Melalui program tersebut, Teluk Gok diharapkan dapat berkembang menjadi komunitas pesisir yang lebih tangguh dan adaptif dalam menghadapi risiko bencana.