Sumbawa Barat, Kanalsumbawa– Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berupaya memperkuat sektor ekonomi kreatif dengan meningkatkan kemampuan para perajin lokal. Melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora), masyarakat dibekali keterampilan dasar kerajinan tangan agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki nilai jual.

Pembinaan tersebut mencakup beberapa bidang kerajinan, di antaranya pembuatan suvenir, kriya kulit, mebel hias, hingga kerajinan kayu. Beragam materi itu diberikan untuk mengembangkan kemampuan masyarakat dalam mengolah bahan baku menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi.

Kepala Disparpora KSB, Nurdin Ramdan, S.E., melalui Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Rahadi Wibowo, S.A.P., mengatakan penguasaan teknik dasar menjadi fondasi penting bagi perajin sebelum mengembangkan produk dan memasarkannya secara lebih luas.

Menurutnya, kemampuan menghasilkan karya saja belum cukup. Perajin juga perlu memperhatikan kualitas pengerjaan agar produk yang dihasilkan memiliki daya tarik dan mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali perajin dengan kemampuan dasar yang kuat. Dengan begitu, mereka dapat menghasilkan produk yang lebih baik, memiliki nilai jual, dan berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Rahadi, Kamis (5/11).

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan secara bertahap, mulai dari pengolahan bahan baku, teknik pembuatan, hingga tahap penyelesaian produk. Proses tersebut juga diarahkan untuk membangun ketelitian dan menjaga konsistensi hasil kerajinan.

Rahadi menyebutkan, antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan menjadi modal positif bagi pengembangan kerajinan lokal. Minat tersebut menunjukkan adanya potensi yang dapat terus dikembangkan melalui pembinaan dan pendampingan.

“Antusiasme masyarakat cukup baik. Kami berharap semangat ini tidak berhenti selama pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan mengembangkan keterampilan yang sudah diperoleh menjadi kegiatan usaha yang produktif,” ungkapnya.

Tidak hanya berfokus pada kemampuan produksi, Disparpora KSB juga mendorong agar hasil kerajinan masyarakat memiliki kesempatan untuk diperkenalkan kepada konsumen yang lebih luas. Salah satu peluang promosi yang menjadi perhatian adalah melalui pameran berskala nasional, termasuk ICraft.

Menurut Rahadi, kesempatan mengikuti pameran dapat menjadi ruang bagi perajin untuk memperkenalkan karakter produk lokal sekaligus membuka peluang pemasaran di luar daerah.

Melalui pembinaan tersebut, Disparpora KSB berharap semakin banyak perajin yang mampu mengembangkan produk secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan keterampilan yang terus diasah serta dukungan promosi, kerajinan lokal diharapkan dapat menjadi salah satu potensi ekonomi kreatif yang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat Sumbawa Barat.(nin-ks)