Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) segera memiliki fasilitas pelatihan kerja yang lebih representatif. Pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) kini memasuki tahap akhir dengan capaian fisik lebih dari 90 persen. Pemerintah daerah menargetkan fasilitas tersebut diresmikan pada 20 November 2026.
Penyelesaian pembangunan BLK menjadi salah satu agenda yang dipersiapkan menjelang peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-23 KSB. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi tempat pengembangan kompetensi masyarakat, khususnya bagi warga yang ingin meningkatkan keterampilan untuk memasuki dunia kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi KSB, Slamet Riadi, S.Pi., M.Si., melalui Kepala UPTD BLK KSB, Randi Darmansyah, S.IP., mengatakan pekerjaan pembangunan gedung saat ini tinggal menyelesaikan sejumlah bagian akhir.
“Progres pembangunan sudah berada di angka 90 persen lebih. Pekerjaan yang tersisa saat ini merupakan penyelesaian akhir sebelum gedung siap digunakan,” ungkap Randi, Selasa (3/11/2026).
Ia menjelaskan, peresmian telah direncanakan pada 20 November mendatang. Waktu tersebut dipilih agar pelaksanaan peresmian dapat menjadi bagian dari rangkaian perayaan Harlah KSB ke-23.
Bagi pemerintah daerah, keberadaan BLK diharapkan tidak hanya menambah fasilitas infrastruktur, tetapi juga memperkuat upaya menyiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan dan kemampuan sesuai kebutuhan lapangan kerja.
Karena itu, setelah proses peresmian, fasilitas tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan program pelatihan. Kesiapan gedung menjadi tahapan penting sebelum berbagai kegiatan peningkatan kapasitas tenaga kerja dijalankan.
Mengenai teknis pelaksanaan peresmian, Randi menyebutkan bahwa kegiatan di area BLK akan difokuskan pada prosesi pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya fasilitas tersebut.
“Untuk kegiatan yang berlangsung langsung di lokasi BLK, hanya dilakukan prosesi pengguntingan pita,” jelasnya.
Sementara itu, penandatanganan prasasti dan rangkaian acara seremonial lainnya akan dilaksanakan di Gedung Graha Fitra. Pemusatan kegiatan di gedung tersebut menjadi bagian dari pengaturan teknis panitia untuk menjaga kelancaran acara sekaligus mengantisipasi kemungkinan cuaca yang tidak mendukung.
Dengan jadwal peresmian yang semakin dekat, penyelesaian pembangunan menjadi perhatian utama agar BLK dapat diperkenalkan kepada masyarakat sesuai agenda yang telah direncanakan. Kehadiran fasilitas ini selanjutnya diharapkan memberi ruang lebih luas bagi masyarakat KSB untuk memperoleh pelatihan dan meningkatkan daya saing di dunia kerja.(Nin-ks)







