Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mulai memperkuat kualitas sumber daya perajin lokal dengan memberikan pelatihan dasar kerajinan tangan. Program ini diarahkan untuk mendorong lahirnya produk kreatif yang tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.
Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) KSB menjadi salah satu perangkat daerah yang menjalankan pembinaan tersebut. Materi pelatihan mencakup pembuatan suvenir, kriya kulit, mebel hias, hingga kerajinan berbahan kayu.
Kepala Disparpora KSB, Nurdin Ramdan, S.E., melalui Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Rahadi Wibowo, S.A.P., menjelaskan bahwa penguasaan keterampilan dasar menjadi tahapan penting sebelum perajin mengembangkan produk untuk kebutuhan pasar.
Menurut Rahadi, peserta tidak hanya diperkenalkan pada teknik pembuatan kerajinan, tetapi juga dilatih memperhatikan ketelitian dan kualitas dalam setiap tahapan produksi.
“Kami ingin memastikan setiap perajin lokal memiliki fondasi keterampilan yang kuat sebelum produk mereka dipasarkan secara luas,” ujarnya.
Antusiasme warga dalam mengikuti pelatihan menjadi salah satu modal untuk mengembangkan potensi kerajinan daerah. Materi diberikan secara bertahap agar peserta mampu mengenali karakter bahan baku sekaligus meningkatkan keterampilan dalam menghasilkan produk.
Rahadi mengatakan, pembinaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penguasaan teknik dasar. Kemampuan perajin perlu terus diasah agar mampu menghasilkan karya dengan bentuk dan kualitas yang semakin beragam.
“Keterampilan dasar ini akan terus kami asah agar perajin semakin mahir menghasilkan karya terbaik,” katanya.
Disparpora KSB juga menyiapkan peluang promosi bagi hasil kerajinan warga. Salah satu targetnya adalah memperkenalkan produk lokal pada pameran berskala nasional, termasuk ajang ICraft.
Keikutsertaan dalam pameran tersebut diharapkan membuka ruang bagi produk perajin Sumbawa Barat untuk dikenal lebih luas sekaligus mempertemukan karya lokal dengan peluang pasar di luar daerah.**







