Kanalsumbawa, Sumbawa Besar | Kegiatan dengan judul PKM “Keberlanjutan Pemberdayaan Kelompok Peternak Sapi Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Dan Kemandirian Peternak Melalui Pakan Silase Dan Amoniasi Berbasis Green Economy”. Susunan timnya adalah Bpk Abdul Salam, MM. (ketua), Ibu Hartini, M.M. (anggota) adalah dosen program studi Manajemen dan Bpk Husni, S.Pt, M.Si (anggota) adalah dosen Prodi Peternakan, Universitas Teknologi Sumbawa (www.pmb.uts.ac.id/).

Kepada media ini, Ketua Tim PKM Dosen UTS, Abdul Salam, MM menyampaikan bahwa, Pelatihan Manajemen Usaha Ternak ini bertujuan mencetak peternak sapi unggul, meningkatkan kapasitas pengusaha ternak dalam pengelolaan pakan dan pemanfaatan limbah jerami (padi, jagung, kedelai, dll) menjadi pakan fermentasi, serta memudahkan akses pasar digital.

“Sasaran kegiatan meliputi pelaku usaha ternak, petani, pengelola kelompok ternak, dan masyarakat umum, dengan metode Fact Finding, FGD, Community Based Learning, Project Based Learning, dan Collaborative Training dan Team work dan Praktikum,” jelas Abdul Salam, Selasa, 02 September 2025.

Lanjutnya, kegiatan serah terima, pelatihan dan praktikum dilaksanakan tanggal 26-27 Agustus 2025, berlangsung dengan lancar dan sukses di Desa Poto, dengan peserta dari kalangan petani, peternak, maupun wiraswasta, pegawai swasta maupun negeri.

“Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini adalah puncak rangkaian kegiatan dari sebelumnya tim kami melakukan kunjungan awal, kegiatan serah terima alat berupa 2 unit mesin pencacah rumput dan bahan-bahan keperluan pelatihan pakan silase dan amoniasi,” sebutnya.

Selain itu, Abdul Salam mengucapkan rasa hormat dan terimakasih yang sebesarnya atas dukungan, partisipasi aktif, semangat masyarakat dalam belajar hal-hal penting menyangkut produktivitas ternak dan peningkatan kesejahteraan dan kemandiriannya kelak.

“Ucapan terimakasih dan penghargaan yang dalam dan kuat mewakili tim kami sampaikan kepada pemerintah RI khususnya Kemdiktiristek yang telah mempercayaan tim kami lolos pendaan hibah PKM tahun anggaran 2025 ini,” pungakas Abdul Salam.

Dalam sambutannya pemerintah Desa Poto yang diwakili oleh M. Jayadi selaku Sekretaris Desa Poto menegaskan bahwa program pelatihan dan pendampingan pembuatan pakan silase dan amoniasi hadir untuk menjawab tantangan sekaigus Solusi nyata bagi masyarakatnya.

Dalam sambutannya ketua Kelompok Petani Keban Jamu, H. Hasyim mengucapkan rasa syukur dan penghargaan yang tulus bahwa melalui pelatihan dan praktek, peternak belajar membuat pakan sendiri, menghitung biaya produksi, menentukan harga jual yang wajar, dan memasarkan produk secara digital.

“Tidak hanya teknis, mereka juga diajarkan manajemen kelompok, pembukuan atau recording ternak, serta cara menjaga kesehatan dan reproduksi sapi. Mendo’akan dan sangat berharap tim ini lolos lagi pada periode mendatang untuk kelompok-kelompok petani-peternak lain yang tersebar di kabupaten Sumbawa,” ucap H. Hasyim.

Inisiatif ini tidak hanya mengubah cara beternak, tetapi juga cara berpikir: dari pola lama yang boros waktu dan biaya, menuju pola baru yang efisien, modern, dan berkelanjutan. Jika terus dilanjutkan, Dusun Samri bisa menjadi contoh desa mandiri pangan dan peternakan di Sumbawa. Karena pada akhirnya, kemandirian petani peternak adalah kunci kesejahteraan seluruh masyarakat.

Kegiatan pelatihan, pendampingan, dan praktikum pembuatan pakan silase dan amoniasi di Dusun Samri, Desa Poto, Kabupaten Sumbawa, meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani peternak kelompok Keban Jamu. Peserta memperoleh ilmu teknis pembuatan pakan, manajemen usaha ternak, pemasaran digital, serta kesehatan dan reproduksi ternak. Kehadiran Pemerintah Desa, Bumdes, masyarakat, mahasiswa, dan para kepala dusun memperkuat kolaborasi.

Hasilnya, petani lebih mandiri, mampu memanfaatkan sumber daya lokal, dan percaya diri mengelola usaha ternak. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuka jalan menuju kesejahteraan dan kemandirian berkelanjutan.

Sesi pemateri pertama disampaikan oleh Bapak Abdul Salam, M.M dengan judul Manajemen Usaha Dan Tim Ternak Yang Efektif: “Menghadapi Tantangan Peternakan Di Kabupaten Sumbawa”. Materi ini membahas Strategi manajemen peternakan Sumbawa menekankan tim efektif untuk atasi produktivitas rendah, pakan terbatas, dan penyakit melalui budidaya terintegrasi, pakan lokal, vaksinasi, serta kolaborasi berkelanjutan demi keberhasilan usaha peternakan.

Sesi pemateri kedua sampaikan oleh Ibu Hartini, M.M. dengan judul “Pemasaran Digital Usaha Ternak”. Materi ini menekankan Pemasaran digital usaha ternak desa memanfaatkan media online untuk memperluas pasar, membangun branding, menetapkan harga tepat, mengatasi tantangan distribusi, serta meningkatkan pendapatan, stabilitas harga, dan ekonomi desa melalui strategi kreatif dan diferensiasi produk.

Sesi ketiga materi disampaikan oleh Bapak Husni, S.Pt, M.Si dengan judul “ Inovasi Pengolahan Pakan Hijauan Dan Limbah Pertanian (Silase Dan Amoniasi) Untuk Ternak Sapi, Kerbau, Kambing, Domba” Pelatihan di Desa Poto, Kabupaten Sumbawa, menekankan Pemanfaatan jerami padi dan jagung melalui teknologi silase dan amoniasi meningkatkan ketersediaan pakan, produktivitas ternak, kemandirian peternak, mengurangi pencemaran, serta membuka peluang kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat peternak di Sumbawa.

Sesi ke-empat materi disampaikan oleh Bapak Drh. Rayjib Haeriyawanazhar dengan judul “Penyuluhan Manajemen Kesehatan Dan Reproduksi Pada Ternak: Penyuluhan membahas kesehatan dan reproduksi sapi, meliputi ciri sehat, perawatan, pencegahan penyakit, serta manajemen reproduksi. Peternak Sumbawa diajarkan pemberian pakan bergizi, kebersihan kandang, dan perawatan bunting untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan ternak.

Pada sesi pertama sampai ke-empat ini ada diskusi yang menarik dari peserta pelatihan dan umpan balik dari pemateri. Kegiatan pelatihan, pendampingan, diskusi dua arah, yang efektif dan berdampak jelas pada peningkatan pemahaman, dirasakan transfer pengetahuannya langsung oleh peserta, peningkatan motivasi dan kemauan, pakan ternak yang telah diracik diketahui kandungan gizi dan produktivitas ternak dan harga-harga jual ternak tinggi dan mencapai kesejahteraan dan kemandirian peternak tercapai.

Oleh karena itu kami mengucapkan terimakasih kepada DPPM Kemdiktiristek Tahun Anggaran 2025 dan Universitas Teknologi Sumbawa sesuai No. Kontrak 125/C3/DT.05.00/PM/2025, 28 MEI 2025; 2167/LL8/AL.04/2025, 5 Juni 2025 atas terlaksananya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini. (Admin03-Hs)