Kanalsumbawa, Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai merealisasikan program pengembangan klaster peternakan sebagai bagian dari Program KSB Maju Luar Biasa 2026. Program tersebut difokuskan pada pengembangan sapi penggemukan dan perbibitan guna memperkuat sektor peternakan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan ekonomi warga berbasis agribisnis.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat, Jamilatun, S.Pt., M.M.Inov., mengatakan pemerintah telah menyiapkan 800 ekor sapi pedet untuk program penggemukan yang akan disalurkan kepada sembilan kelompok peternak. Selain itu, disiapkan pula 400 ekor sapi siap bunting serta 18 ekor sapi pejantan untuk mendukung program perbibitan ternak di daerah.

“Program ini merupakan bagian dari KSB Maju Luar Biasa untuk memperkuat sektor peternakan masyarakat sekaligus meningkatkan populasi ternak di daerah,” ujar Jamilatun, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, kelompok peternak yang akan menerima bantuan harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya memiliki lahan minimal 7 hingga 20 hektare serta beranggotakan sedikitnya 15 orang. Persyaratan tersebut ditetapkan guna memastikan kesiapan kelompok dalam mengelola bantuan secara optimal dan berkelanjutan.

Menurut Jamilatun, seluruh bantuan akan diberikan langsung kepada kelompok peternak tanpa melalui perantara. Pemerintah juga menyiapkan dukungan tambahan berupa pembangunan kandang serta pengembangan hijauan pakan ternak sebagai bagian dari sistem peternakan terpadu.

“Sebelum sapi didistribusikan, kelompok penerima sudah mulai menanam rumput gajah untuk memastikan kebutuhan pakan ternak tersedia,” katanya.

Saat ini, proses pembangunan kandang di sejumlah lokasi tengah berlangsung, bersamaan dengan tahapan pengadaan ternak yang dilakukan melalui sistem e-katalog. Pemerintah menargetkan distribusi sapi kepada kelompok penerima dapat terealisasi paling lambat pada pertengahan Agustus 2026.

Pemkab KSB menargetkan terbentuknya ekosistem peternakan yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan melalui pengembangan klaster yang melibatkan kelompok-kelompok peternak secara aktif.

Selain meningkatkan populasi ternak, langkah ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menjadikan sektor peternakan sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Sumbawa Barat. (Nin-ks)