Sumbawa Barat, Kanalsumbawa— Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengikuti seleksi calon anggota Dewan Pengawas Perumda Bariri Aneka Usaha. Hingga pertengahan Oktober 2026, tercatat empat pelamar telah menyerahkan berkas pendaftaran setelah masa seleksi diperpanjang.
Perpanjangan tersebut dilakukan karena jumlah pendaftar pada gelombang pertama yang berlangsung 8–19 Juni 2026 belum memenuhi kuota minimum yang ditetapkan. Panitia Seleksi (Pansel) kemudian membuka kembali pendaftaran mulai 7 hingga 23 Oktober 2026 untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan.
Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Sumbawa Barat, Syamsul, mengatakan jumlah pelamar yang masuk saat ini masih berpeluang bertambah hingga batas akhir pendaftaran. Panitia tidak membatasi jumlah peserta selama mereka memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Masa pendaftaran kami perpanjang sampai 23 Oktober. Saat ini sudah ada empat orang yang mendaftar, salah satunya pelamar perempuan. Kami tidak membatasi jumlah pendaftar, makin banyak yang ikut, iklim kompetisinya makin bagus untuk mendapatkan figur yang benar-benar kompeten,” ujar Syamsul, jum’at (16/10/2026).
Menurut Syamsul, keterbukaan pendaftaran diharapkan dapat memperluas pilihan kandidat yang akan mengisi posisi Dewan Pengawas. Jabatan tersebut membutuhkan figur dengan kualifikasi dan pengalaman yang sesuai agar mampu menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan perusahaan daerah.
Persyaratan seleksi telah diumumkan secara terbuka, mencakup kualifikasi pendidikan, batas usia 35 hingga 60 tahun, serta pengalaman kerja. Seluruh dokumen pelamar akan diperiksa melalui seleksi administrasi untuk memastikan setiap peserta memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.
Setelah tahap administrasi, peserta yang lolos akan mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Tahapan ini mencakup pengujian menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT), meliputi aspek kecerdasan, kepribadian, sikap kerja, manajerial, serta sosial kultural yang difasilitasi tim asesor dari BKD Provinsi NTB.
Rangkaian seleksi juga mencakup penelusuran rekam jejak, presentasi makalah, dan wawancara. Melalui tahapan tersebut, Pansel akan menentukan tiga kandidat terbaik untuk diserahkan kepada Bupati Sumbawa Barat sebelum menjalani wawancara akhir. Penetapan Dewan Pengawas dijadwalkan pada 7 Desember 2026.
Untuk mendukung proses seleksi yang objektif, Pansel melibatkan unsur internal pemerintah daerah dan pihak eksternal. Komposisinya terdiri atas dua orang dari internal Pemkab Sumbawa Barat serta tiga orang dari luar pemerintah daerah, yakni dua akademisi Universitas Mataram (Unram) dan satu perwakilan Biro Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi NTB.
“Panselnya ada dua dari internal kami dan tiga dari luar. Nah, yang dari luar adalah dua dari akademisi, yaitu dosen FEB dan Fakultas Peternakan Unram. Satunya lagi, Biro Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi NTB. Dengan banyaknya latar belakang Pansel, bisa dipastikan nama-nama calon pengawas adalah mereka yang terbaik,” tegas Syamsul.
Ia menegaskan, keberadaan Dewan Pengawas menjadi bagian penting dalam melengkapi struktur organisasi Perumda Bariri Aneka Usaha. Dewan Pengawas diharapkan dapat menjadi mitra strategis direksi dalam mengarahkan pengembangan bisnis, menjalankan fungsi kontrol, serta memastikan pengelolaan perusahaan berjalan sesuai ketentuan.
Pengisian jabatan tersebut juga diharapkan mendukung pelaksanaan program prioritas Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui pengawasan yang efektif terhadap kinerja perusahaan daerah. Karena itu, proses seleksi tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan struktur organisasi, tetapi juga menjaring kandidat yang memiliki kompetensi dan integritas untuk menjalankan tanggung jawabnya.(Nin-ks)







