Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memperkuat pertahanan siber. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) KSB menyiagakan Tim Tanggap Insiden Siber (KSB-CSIRT) untuk melakukan patroli keamanan digital selama 24 jam.

Penguatan tersebut ditandai dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Perkuat Keamanan Siber, Wujudkan KSB Maju Luar Biasa” di Ruang Rapat Gili Kenawa, Sekretariat Daerah KSB, pada 22-23 Juli 2026. Kegiatan ini menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai pemateri utama.

Kepala Diskominfo KSB, Dedy Damhudy M. Khatim, menegaskan timnya tidak boleh lagi bekerja secara parsial. Ia memimpin langsung jalannya Bimtek selama dua hari tersebut.

“Serangan siber sekarang makin canggih. Kalau satu OPD kena, dampaknya bisa ke semua layanan publik. Saya tidak mau penanganan insiden berjalan sendiri-sendiri,” kata Dedy, Kamis (23/7/2026).

Menurut Dedy, target Bimtek adalah membentuk tim yang solid dan bekerja sesuai standar nasional.

“Harapannya, ketika terjadi insiden, penanganannya terkoordinasi. Jangan sampai OPD A sibuk sendiri, sementara OPD B tidak tahu apa-apa,” ujarnya.

Asisten Administrasi Umum Setda KSB, H. Syaifuddin, yang membuka acara, menegaskan Bimtek ini bukan kegiatan seremonial.

“Saya tekankan ini Bimtek, bukan sosialisasi. Peserta harus pulang membawa keterampilan teknis, bukan hanya foto bersama,” ucapnya.

Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo KSB, Titin Yuliana, menjelaskan urgensi kesiagaan 24 jam. Ia menyebut KSB-CSIRT yang telah dikukuhkan BSSN sejak Oktober 2025 harus adaptif karena peretas tidak mengenal jam kerja.

“Website Pemda bisa diserang jam 2 pagi. Kalau kita hanya berjaga pada jam kantor, habis kita,” ungkap Titin. Ia juga mendorong sinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Polri, Kejaksaan, dan Kodim.

Materi Bimtek dirancang aplikatif. Narasumber dari BSSN, Ibnu Try Rosadi dan Farid Akram, tidak hanya memberikan teori terkait CIA Triad dan Cyber Kill Chain, tetapi juga praktik langsung menggunakan Wazuh untuk membaca log, mendeteksi anomali, hingga simulasi isolasi serangan.

Pihak BSSN mengapresiasi langkah Diskominfo KSB.

“Ini inisiatif luar biasa. Kuota diklat di pusat terbatas, jadi Bimtek mandiri seperti ini justru paling efektif untuk menjangkau banyak OPD,” kata Ibnu.

Dedy memastikan hasil Bimtek akan ditindaklanjuti. Platform Wazuh akan menjadi instrumen utama untuk pemantauan 24 jam.

“Keahlian peretas di luar semakin canggih, imunitas kita juga harus lebih kuat. Ini soal menjaga data milik rakyat Sumbawa Barat,” pungkasnya.(**)