Sumbawa Barat, Kanalsumbawa.— Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumbawa Barat terus berupaya memperkaya pilihan bacaan bagi masyarakat. Salah satu cara yang mulai didorong adalah membuka ruang lebih besar bagi sumbangan buku dari koleksi pribadi.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Sumbawa Barat, H. Burhan Daeng Mangago, S.Pi., M.Si., mengatakan saat ini koleksi perpustakaan telah mencapai sekitar 11 ribu judul buku. Namun, sebagian besar koleksi tersebut masih diperoleh melalui pengadaan menggunakan anggaran daerah.
Kondisi tersebut membuat kontribusi masyarakat maupun para pejabat daerah melalui hibah buku dinilai penting. Selain menambah jumlah koleksi, buku yang disumbangkan dapat menghadirkan bahan bacaan yang lebih beragam bagi pengunjung perpustakaan.
“Kalau ada buku-buku pribadi yang masih layak dan bisa dibaca masyarakat, tentu sangat membantu untuk menambah koleksi perpustakaan,” kata Burhan, Senin, 5 Oktober 2026.
Upaya tersebut mulai mendapat respons dari sejumlah pimpinan daerah. Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., misalnya, telah menyerahkan lima judul buku dari koleksi pribadinya untuk menjadi bagian dari koleksi perpustakaan daerah.
Langkah serupa juga dilakukan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) yang menyumbangkan 10 buku. Sementara Burhan dari Dinas Arpus turut menyerahkan tiga buku koleksi pribadi.
Bagi Burhan, jumlah buku yang disumbangkan bukan menjadi persoalan utama. Menurutnya, yang lebih penting adalah munculnya kepedulian untuk ikut menyediakan bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian para pimpinan yang sudah mau menyumbangkan bukunya. Ini menjadi tambahan koleksi yang tentu bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap gerakan tersebut dapat berkembang lebih luas. Tidak hanya dari kalangan pimpinan organisasi perangkat daerah, tetapi juga dari masyarakat yang memiliki buku layak baca dan ingin ikut berkontribusi terhadap pengembangan literasi di Sumbawa Barat.
Menurutnya, perpustakaan tidak cukup hanya mengandalkan pengadaan melalui anggaran pemerintah. Keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar koleksi yang tersedia terus berkembang dan semakin sesuai dengan kebutuhan pembaca.
“Gerakan hibah buku ini butuh keterlibatan aktif seluruh kepala dinas KSB,” pungkasnya.(Nin-ks)







