Sumbawa Barat, Kanalsumbawa — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa Barat mendorong pemilih perempuan lebih kritis dalam menentukan pilihan politik. Perempuan diminta tidak mudah terpengaruh hoaks, informasi yang belum terverifikasi maupun politik uang.
Pesan itu disampaikan KPU KSB dalam rangkaian Pendidikan Politik bagi Pemilih Perempuan Tahun 2026 yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumbawa Barat.
Kegiatan berlangsung sejak 28 September hingga 7 Oktober 2026 dan menyasar pemilih perempuan di seluruh kecamatan di KSB. Anggota KPU KSB Gufran, Doni Mas Ade, Supriadi dan Aliatullah turut menjadi narasumber.
Materi yang disampaikan tidak hanya soal teknis pemungutan suara, tetapi juga pentingnya menjadi pemilih yang kritis dan mandiri. Peserta diingatkan untuk memeriksa kembali informasi mengenai calon, program maupun isu politik yang beredar, terutama di media sosial, serta mengenali rekam jejak calon sebelum menentukan pilihan.
Politik uang juga menjadi perhatian dalam pendidikan tersebut. Pemilih perempuan diminta tidak menjadikan pemberian atau imbalan tertentu sebagai dasar menentukan pilihan.
KPU juga menekankan peran perempuan tidak berhenti di tempat pemungutan suara. Perempuan memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat, serta ikut mengawal proses demokrasi di daerah.
Pendidikan politik itu sekaligus memberikan pemahaman mengenai prinsip pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (Luber Jurdil).
Rangkaian kegiatan telah digelar di sejumlah kecamatan sejak 28 September. Agenda terakhir dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Seteluk pada 7 Oktober 2026.
KPU berharap pemilih perempuan semakin teliti menerima informasi dan mampu menentukan pilihan tanpa mudah dipengaruhi hoaks maupun politik uang.**







