Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Kesehatan mulai memetakan kebutuhan tenaga kesehatan untuk mempercepat pelaksanaan skrining kesehatan bagi peserta didik di seluruh wilayah daerah tersebut. Langkah ini dilakukan dengan memasukkan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) ke dalam dokumen Rencana Kebutuhan (Renbut) SDM Kesehatan Tahun 2026.
Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof, M.MRS., MQM., mengatakan skrining kesehatan anak sekolah menjadi salah satu program prioritas karena berperan penting dalam mendeteksi kondisi kesehatan peserta didik sejak dini. Untuk itu, kesiapan tenaga kesehatan menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Menurutnya, standar pelaksanaan skrining yang ditetapkan Kementerian Kesehatan mengharuskan setiap tim pemeriksa terdiri dari empat hingga lima tenaga kesehatan dengan latar belakang kompetensi yang berbeda. Tim tersebut bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh kepada para siswa.
Dalam satu tim, terdapat tenaga medis yang menangani pemeriksaan kesehatan umum, petugas kesehatan gigi dan mulut, tenaga gizi yang mengukur status gizi peserta didik, serta petugas promosi kesehatan atau sanitarian yang melakukan penilaian lingkungan sekolah sekaligus memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan Dinas Kesehatan KSB, satu tim pemeriksa rata-rata mampu melayani sekitar 100 siswa setiap hari. Sementara jumlah sasaran skrining kesehatan sekolah di Kabupaten Sumbawa Barat mencapai sekitar 27.500 siswa.
Dengan jumlah sasaran tersebut, diperlukan sekitar 275 hari kerja tim untuk menyelesaikan seluruh proses pemeriksaan apabila dilakukan dengan kapasitas yang ada saat ini. Kondisi itu mendorong perlunya penambahan tenaga maupun pembentukan tim baru agar target pelayanan dapat dicapai lebih cepat.
“Untuk mempercepat skrining kesehatan anak sekolah, maka dibutuhkan penambahan tenaga atau tim. Kebutuhan SDM ini sedang kami integrasikan dalam dokumen Renbut SDM Kesehatan 2026 guna memastikan seluruh puskesmas memiliki jumlah pemegang program UKS dan PKPR yang cukup serta tidak merangkap tugas operasional lain,” ujar dr. Carlof, Selasa (9/6/2026).
Selain memperkuat aspek kuantitas tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan juga terus meningkatkan kompetensi petugas melalui berbagai bimbingan teknis yang difasilitasi Kementerian Kesehatan maupun pemerintah daerah. Pelatihan tersebut ditujukan agar seluruh tenaga kesehatan memiliki kemampuan yang seragam dalam melaksanakan skrining kesehatan sekolah.
Hasil skrining nantinya menjadi dasar penting dalam memetakan kondisi kesehatan anak sekolah sekaligus menentukan langkah intervensi yang tepat guna meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda di Kabupaten Sumbawa Barat.(Nin-ks)







