Seloto,Kanalsumbawa — Pemerintah Desa Seloto, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menggelar rapat koordinasi program KSB Sadar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kantor Desa Seloto, Senin (12/10/2026) malam. Rapat ini membahas pembagian tugas dan persiapan pendampingan masyarakat dengan melibatkan 142 aparatur sipil negara (ASN).

Penjabat (Pj) Kepala Desa Seloto, Khairul Ikhwan, menegaskan bahwa pelaksanaan KSB Sadar STBM tidak boleh hanya berorientasi pada perlombaan. Menurutnya, tujuan utama program ini adalah mendorong perubahan perilaku masyarakat agar kebiasaan hidup bersih dan sehat dapat diterapkan secara berkelanjutan.

“STBM ini bukan hanya sekadar gotong royong mengejar juara, tetapi bagaimana tujuan STBM itu tercapai. Kita ingin program ini berkesinambungan. ASN yang terlibat harus menjadi agen untuk menyosialisasikan kepada masyarakat sekaligus melakukan pengawasan, agar kegiatan ini tidak berhenti sampai di lomba saja,” tegas Khairul.

Dalam rapat tersebut, dibahas pembagian 142 ASN ke dalam tiga kelompok yang akan bertugas mendampingi masyarakat di masing-masing dusun di Desa Seloto. Pembagian ini diharapkan memudahkan koordinasi, memperluas jangkauan sosialisasi, serta membantu pemantauan kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan warga.

Rapat tersebut turut dihadiri Laila Ramadia, S.T, M.T., dari Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan (IKA) Bappeda Kabupaten Sumbawa Barat yang hadir sebagai pengawas program STBM. Hadir pula unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat desa.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan memperkuat koordinasi antara pemerintah desa, ASN pendamping, dan masyarakat. Kerja bersama ini menjadi penting agar pelaksanaan program tidak hanya berfokus pada persiapan penilaian, tetapi juga menyentuh persoalan sanitasi yang dihadapi warga dalam kehidupan sehari-hari.

KSB Sadar STBM merupakan program pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan mandiri. Program ini mencakup lima pilar, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun dengan air mengalir, Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, Penanganan Sampah Rumah Tangga, serta Penanganan Limbah Cair Rumah Tangga.

Kelima pilar tersebut membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, mulai dari membiasakan perilaku higienis, menjaga keamanan air minum dan makanan, hingga mengelola sampah serta limbah rumah tangga dengan benar. Karena itu, sosialisasi dan pendampingan secara langsung menjadi bagian penting untuk mendorong penerapannya di setiap dusun.

Sebanyak 142 ASN yang telah dibagi ke dalam tiga kelompok diharapkan segera menjalankan pendampingan di wilayah tugas masing-masing. Langkah konkret yang perlu dilakukan meliputi sosialisasi lima pilar STBM, pemantauan kondisi sanitasi rumah tangga, serta identifikasi persoalan kebersihan lingkungan yang perlu ditangani bersama.

Pemerintah Desa Seloto bersama unsur terkait juga diharapkan melakukan evaluasi secara berkala dan menindaklanjuti temuan di lapangan. Dengan langkah tersebut, KSB Sadar STBM tidak berhenti pada kegiatan penilaian atau perlombaan, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan desa.**