Seloto, Kanalsumbawa – Desa Seloto, Kecamatan Taliwang, menjadi pusat perhatian dalam kegiatan Jelajah Alam Sumbawa Barat yang diikuti sekitar 600 raider dari berbagai daerah di Indonesia, Minggu (1/11/2026). Jalur perbukitan yang membentang di wilayah desa tersebut menjadi daya tarik bagi para pecinta motor trail untuk menjajal medan sekaligus menikmati panorama alam.

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Warga Desa Seloto, khususnya yang tinggal di sekitar jalur trabas, tampak bersemangat menyaksikan para raider melintasi medan perbukitan. Kehadiran ratusan peserta membuat suasana desa semakin ramai.

Bagi Desa Seloto, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang olahraga otomotif. Kehadiran peserta dari luar daerah juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi alam desa yang memiliki karakter wilayah perbukitan.

Para raider datang dari sejumlah daerah, di antaranya Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, Pulau Jawa, serta berbagai kabupaten dan kota di NTB. Mereka menyusuri jalur yang menyuguhkan tantangan sekaligus pemandangan alam khas Sumbawa Barat.

Antusiasme warga yang menyaksikan kegiatan ini menjadi salah satu pemandangan menarik. Masyarakat terlihat menikmati setiap peserta yang melintasi jalur, sekaligus memberikan semangat kepada para raider yang menghadapi medan menantang.

Pj Kepala Desa Seloto, Khairul Ikhwan, menyampaikan terima kasih kepada panitia, pemerintah daerah, serta seluruh peserta yang telah hadir dan meramaikan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kehadiran komunitas motor trail dari berbagai wilayah menjadi kesempatan bagi Desa Seloto untuk semakin dikenal. Ia menilai kondisi geografis desa yang didominasi perbukitan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata, khususnya wisata petualangan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda rutin. Dengan begitu, Seloto tidak hanya dikenal sebagai lokasi kegiatan trabas, tetapi juga sebagai salah satu desa yang memiliki potensi wisata alam di Kabupaten Sumbawa Barat.

Jelajah Alam Sumbawa Barat berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2026. Sebelumnya, panitia menggelar kompetisi adu tanjakan untuk memperebutkan gelar Raja Tanjakan Indonesia Timur di Tanjakan Jorok Bu.

Panitia juga menyiapkan empat unit sepeda motor Honda Beat sebagai hadiah utama bagi peserta. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antarkomunitas motor trail dari berbagai daerah.

Bagi masyarakat Seloto, kegiatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri sekaligus momentum untuk memperkenalkan desa mereka kepada pengunjung dari berbagai wilayah. Potensi perbukitan yang dimiliki diharapkan dapat semakin dikenal dan membuka peluang pengembangan wisata serta ekonomi masyarakat setempat.