Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Wajah Pasar Tana Mira pelan-pelan berubah. Bukan hanya soal lapak yang kini lebih tertata, tapi juga soal kedisiplinan yang mulai tumbuh. Buktinya, pundi-pundi retribusi harian pasar terbesar di Sumbawa Barat itu melonjak drastis.
Jika dulu uang retribusi yang masuk hanya sekitar Rp300 ribu per hari, kini angkanya meroket hingga menyentuh Rp1 juta per hari. Kenaikannya lebih dari tiga kali lipat.
Lonjakan itu terjadi setelah empat bulan terakhir pengawasan diperketat. Sosok di balik perubahan itu adalah Kepala Pasar Tana Mira, Erni.

Ditemui di pasar, Kamis 24 Juli 2026, Erni blak-blakan soal kondisi sebelumnya. Ia menemukan banyak pedagang yang abai membayar kewajiban. Bahkan ada yang menunggak hingga bertahun-tahun.
“Yang dulu pada nunggak tiga tahun, empat tahun tidak pernah bayar, sekarang sudah tidak berani. Sekarang sudah pada bayar. Baru empat bulan saya di sini, sudah naik, sudah hampir 70 persen,” tegasnya.
Kuncinya satu: tidak ada lagi toleransi untuk menunda.
“Kalau dulu ada yang nunggak lima sampai sepuluh hari baru bayar, sekarang tidak boleh lagi. Harian harus masuk,” kata Erni.
Tak hanya soal tarikan retribusi, Erni juga merombak wajah pasar dengan sistem zonasi. Jika dulu pedagang ikan bercampur sayur, pakaian berserakan di mana-mana, kini semua punya rumahnya masing-masing.
“Dulu ikan di mana-mana, sayur juga di mana-mana. Sekarang satu tempat. Semua sudah ada zonanya,” jelasnya.
Penataan ini membuat pembeli lebih nyaman dan alur jual beli lebih lancar. Pedagang ikan berkumpul di zona ikan, pedagang daging, ayam, sayuran, pakaian, sandal, hingga kuliner, semua tertata sesuai kelompoknya.
Soal tarif, Erni menyebut sudah disesuaikan secara proporsional. Kios di area depan yang paling strategis dikenakan Rp1 juta per bulan, bagian tengah Rp800 ribu per bulan, dan kios belakang yang lebih kecil mulai Rp50 ribu hingga Rp120 ribu per bulan. Untuk pedagang harian seperti ikan dan sayur, retribusinya sangat ringan, hanya Rp1.000 per meter lapak per hari.
Kabar baiknya, pembenahan Pasar Tana Mira tidak berhenti di sini. Revitalisasi besar-besaran sudah di depan mata.
Menurut Erni, lelang proyek revitalisasi ditargetkan berlangsung Agustus ini, dan pekerjaan fisik akan mulai digarap September setelah APBD Perubahan disahkan. Revitalisasi akan menyasar seluruh kawasan, dari area kantor hingga ujung pasar.
Nantinya, akses pasar juga akan dibuat lebih modern dan tertib dengan dua gerbang utama sebagai pintu keluar masuk.
Dari pasar yang dulu semrawut dan bocor retribusi, kini Tana Mira mulai menjelma menjadi pasar yang tertib, bersih, dan menghasilkan.(nin-ks)







