Seloto, KanalSumbawa.– Kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit tidak menular (PTM) terus diperkuat melalui kolaborasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 52 bersama UPTD Puskesmas Taliwang dan Pemerintah Desa Seloto. Edukasi kesehatan yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut menyasar kalangan generasi muda sebagai upaya mendorong pencegahan PTM sejak dini, Rabu (30/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Serbaguna Desa Seloto itu mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Seloto. Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah desa menilai program kerja mahasiswa KKN tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah penyakit tidak menular.
“Kami mengucapkan terima kasih atas program kerja yang dilaksanakan mahasiswa KKN. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit tidak menular yang sering kali dipicu oleh kebiasaan hidup tidak sehat,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Taliwang, Umi Hastuti Handayani, S.Kep., Ners.Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam memberikan edukasi kesehatan merupakan langkah strategis karena mampu menjangkau kalangan pemuda yang menjadi kelompok penting dalam upaya pencegahan PTM.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sosialisasi seperti ini penting agar masyarakat, khususnya pemuda, memahami bahwa penyakit tidak menular tidak hanya terjadi pada orang tua, tetapi juga dapat menyerang usia muda,” katanya.
Dalam sesi penyampaian materi, narasumber menjelaskan bahwa kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, asam urat, dan kolesterol tinggi kini semakin banyak ditemukan pada usia produktif. Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor risiko, di antaranya kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak seimbang, kebiasaan merokok, serta gaya hidup yang kurang sehat.
Materi yang disampaikan sekaligus menegaskan bahwa PTM tidak lagi identik dengan kelompok lanjut usia. Perubahan pola hidup masyarakat, terutama di kalangan generasi muda, menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko munculnya penyakit tersebut apabila tidak diantisipasi sejak dini melalui perilaku hidup sehat.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif ketika memasuki sesi diskusi. Peserta yang didominasi pemuda dan pelajar aktif mengajukan berbagai pertanyaan seputar penyebab, faktor risiko, hingga langkah pencegahan penyakit tidak menular. Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian berkaitan dengan kemungkinan PTM diturunkan dari orang tua kepada anak.
Menanggapi hal tersebut, pemateri menjelaskan bahwa faktor genetik memang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit tidak menular. Meski demikian, pola hidup tetap menjadi faktor utama yang dapat dikendalikan sehingga risiko tersebut dapat ditekan melalui kebiasaan hidup sehat, seperti rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menghindari rokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Usai sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan kondisi kesehatan peserta. Layanan tersebut dimanfaatkan oleh peserta, panitia, maupun masyarakat sekitar yang hadir. Tingginya partisipasi warga menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN UMMAT, UPTD Puskesmas Taliwang, dan Pemerintah Desa Seloto, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Edukasi yang menyasar generasi muda dinilai penting sebagai investasi kesehatan jangka panjang guna menekan risiko meningkatnya kasus penyakit tidak menular di masa mendatang.(Nin-ks)







