TALIWANG, Kanalsumbawa– Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa Barat mengungkapkan tiga desa dan kelurahan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) saat ini masuk kategori Waspada terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Meski demikian, hingga kini belum ada wilayah di KSB yang masuk kategori Bahaya
Fakta tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BNNK Sumbawa Barat, Mairudin, berdasarkan hasil pemetaan kerawanan narkoba yang dilakukan BNN. Pemetaan itu menjadi dasar dalam menentukan langkah pencegahan dan penanganan di setiap wilayah.
“Di KSB tidak ada kategori bahaya. Yang ada saat ini hanya kategori siaga dan waspada. Untuk kategori waspada ada sekitar tiga desa dan kelurahan,” kata Mairudin saat ditemui di Kantor BNNK Sumbawa Barat, Selasa (4/8).
Menurut Mairudin, penetapan status suatu wilayah tidak semata-mata didasarkan pada banyaknya penyalahguna narkotika. BNN menggunakan delapan indikator utama dan lima indikator tambahan dalam proses penilaian, di antaranya keberadaan bandar, pengedar, penyalahguna, serta hasil pemetaan intelijen.
Dengan demikian, keberadaan penyalahguna di suatu wilayah tidak otomatis membuat daerah tersebut masuk kategori Waspada. Status itu ditetapkan setelah BNN melakukan analisis terhadap seluruh indikator yang telah ditentukan.
Meski mengungkapkan terdapat tiga wilayah berstatus Waspada, Mairudin tidak merinci desa maupun kelurahan yang dimaksud. Menurutnya, informasi tersebut tidak dipublikasikan karena berkaitan dengan strategi pengawasan dan penanganan bersama aparat penegak hukum.
Ia menambahkan, kondisi peredaran narkotika di Kabupaten Sumbawa Barat masih relatif sama dengan beberapa tahun terakhir. Berdasarkan hasil pemetaan BNNK, narkotika yang beredar umumnya masuk dari luar Kabupaten Sumbawa Barat sebelum diedarkan dalam jumlah kecil di wilayah KSB.
Selain melakukan pemetaan, BNNK juga menjalankan berbagai upaya pencegahan melalui program rehabilitasi, pembentukan Desa Bersinar, edukasi kepada masyarakat, serta skrining di lingkungan sekolah. Berdasarkan data rehabilitasi, sabu masih menjadi jenis narkotika yang paling banyak disalahgunakan di Kabupaten Sumbawa Barat.(nin-ks)







