Sembalun, Kanalsumbawa – Pesatnya perkembangan sektor pariwisata di Desa Sembalun, Lombok Timur, ternyata membawa dampak yang tak biasa. Di tengah meningkatnya peluang kerja dan usaha wisata, Pemerintah Desa Sembalun justru mengalami kesulitan mencari pegawai untuk mengisi kebutuhan aparatur desa.

Kondisi tersebut diungkapkan Sekretaris Desa Sembalun, Waton. Menurutnya, minat warga untuk bekerja di lingkungan pemerintah desa terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Generasi muda lebih memilih terjun ke sektor wisata yang dinilai menawarkan penghasilan lebih menjanjikan.

Beragam peluang usaha tumbuh seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan kaki Gunung Rinjani itu. Mulai dari jasa pemandu pendakian, pengelolaan homestay, usaha kuliner, hingga layanan transportasi wisata menjadi pilihan pekerjaan yang banyak diminati masyarakat.

Akibat minimnya peminat, pemerintah desa harus berulang kali memperpanjang masa rekrutmen pegawai. Langkah tersebut ditempuh agar kebutuhan sumber daya manusia di kantor desa tetap dapat terpenuhi.

Waton menyebut proses penerimaan pegawai bahkan diperpanjang hingga enam kali. Namun jumlah pendaftar tetap sangat sedikit. Setelah beberapa kali perpanjangan, hanya satu orang yang akhirnya mengajukan lamaran.

Pendaftar tersebut merupakan lulusan perguruan tinggi yang baru menyelesaikan pendidikan. Kondisi itu menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai aparatur desa kini tidak lagi menjadi pilihan utama bagi sebagian besar pencari kerja di Sembalun.

Fenomena tersebut mencerminkan perubahan pola pikir masyarakat dalam menentukan karier. Jika sebelumnya pekerjaan di pemerintahan dianggap lebih aman dan bergengsi, kini sektor pariwisata dipandang mampu memberikan peluang ekonomi yang lebih besar.

Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Lombok Timur, Sembalun memang terus berkembang. Keindahan alam, hamparan perbukitan, kawasan pertanian yang eksotis, serta posisinya sebagai jalur favorit pendakian Gunung Rinjani menjadikan desa ini ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara.

Meski bersyukur pariwisata mampu meningkatkan kesejahteraan warga, pemerintah desa tetap berharap ada generasi muda yang tertarik mengabdikan diri di sektor pelayanan publik. Ketersediaan aparatur desa dinilai penting agar roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi wisata.(**)