Taliwang, Kanalsumbawa– Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat terus mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat inovasi menjelang penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026 melalui ajang Innovative Government Award (IGA). Upaya tersebut dilakukan untuk mengejar target peningkatan predikat dari Daerah Inovatif menjadi Kabupaten Sangat Inovatif.

Selama lima tahun terakhir, Kabupaten Sumbawa Barat mampu mempertahankan predikat Daerah Inovatif. Namun, capaian tersebut dinilai masih berada pada kategori menengah sehingga diperlukan peningkatan kualitas inovasi agar mampu meraih predikat yang lebih tinggi pada penilaian yang diselenggarakan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui BRIDA telah menginstruksikan seluruh OPD agar berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan IGA 2026. BRIDA juga terus melakukan koordinasi, asistensi, dan pendampingan kepada tim inovasi di setiap perangkat daerah untuk memastikan seluruh indikator penilaian dapat dipenuhi.

Penilaian IGA meliputi berbagai aspek, di antaranya inovasi pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, hingga sektor strategis lainnya. Selain menghadirkan inovasi, setiap daerah juga dinilai berdasarkan tingkat kematangan, keberlanjutan, dampak, potensi replikasi, serta dukungan regulasi terhadap inovasi yang dijalankan.

Kepala BRIDA Kabupaten Sumbawa Barat melalui Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi, Indra Jaya, S.Pt., M.Si., mengatakan sejumlah OPD telah menunjukkan perkembangan positif dalam melengkapi dokumen dan meningkatkan kualitas inovasi yang dimiliki. Namun, masih terdapat beberapa perangkat daerah yang dinilai bergerak lambat dalam memenuhi indikator penilaian.

“Beberapa OPD sudah bekerja sangat baik dalam melengkapi dokumen dan meningkatkan kualitas inovasinya. Namun, kami juga melihat masih ada beberapa perangkat daerah yang bergerak relatif lambat dalam memenuhi berbagai kriteria yang dipersyaratkan pada setiap indikator penilaian,” ujar Indra Jaya, Senin (21/7/2026).

Ia menjelaskan, waktu yang tersedia semakin terbatas. Hingga batas akhir penginputan data pada 7 Agustus 2026, seluruh OPD diharapkan dapat menyelesaikan kelengkapan administrasi maupun substansi inovasi sesuai indikator yang ditetapkan.

Menurut Indra, apabila kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal, Kabupaten Sumbawa Barat berpotensi mengalami penurunan nilai bahkan turun ke kategori Kurang Inovatif. Kondisi tersebut dinilai akan menjadi catatan kurang baik bagi citra daerah dalam pengembangan budaya inovasi pemerintahan.

Karena itu, BRIDA mengajak seluruh kepala OPD memberikan dukungan penuh kepada tim inovasi di masing-masing instansi. Ketua tim inovasi, para inovator, hingga operator diharapkan dapat bekerja lebih cepat dan cermat agar seluruh indikator penilaian dapat dipenuhi sebelum tenggat waktu berakhir.

Indra menegaskan, keberhasilan dalam IGA bukan hanya soal meraih penghargaan nasional, tetapi juga menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintah daerah dalam membangun budaya inovasi yang berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik, efektivitas tata kelola pemerintahan, percepatan pembangunan daerah, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.(nin-ks)