Sumbawa Barat, Kanalsumbawa. — Padamnya lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik di Kecamatan Maluk menuai keluhan dari masyarakat dan aparat, karena dinilai mengganggu keamanan serta kenyamanan aktivitas pada malam hari.

Kondisi ini terutama dirasakan di jalur setelah Hotel Kencana hingga melewati Polsek Maluk menuju kawasan Bappeda. Sepanjang ruas tersebut, minimnya pencahayaan membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas, sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Tidak hanya itu, kondisi gelap juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi aparat keamanan yang rutin melaksanakan patroli dan operasi malam. Dalam situasi penerangan yang tidak memadai, potensi bahaya seperti tertabrak kendaraan atau gangguan keamanan lainnya dinilai lebih tinggi.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa Barat, Suharno, memastikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah awal dengan menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

Dalam keterangannya pada 31 Juli, Suharno menjelaskan bahwa permasalahan PJU di wilayah tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh kerusakan biasa, melainkan juga dipengaruhi oleh kendala teknis yang cukup kompleks.

Salah satu kendala utama adalah keberadaan jaringan listrik tegangan rendah (JTR) dengan kabel terbuka yang terpasang sangat dekat dengan tiang PJU. Posisi jaringan tersebut dinilai berbahaya dan berpotensi menimbulkan risiko serius bagi petugas saat melakukan perbaikan.

Menurutnya, kedekatan antara instalasi PJU dan jaringan listrik aktif membuat proses penanganan harus dilakukan secara hati-hati dan tidak bisa dilakukan secara langsung tanpa pengamanan.

“Posisi jaringan listrik sangat dekat dengan tiang PJU, sehingga berisiko bagi petugas. Kalau dipaksakan, bisa membahayakan keselamatan. Karena itu, penanganan harus dilakukan dengan prosedur yang aman,” ujarnya.

Selain faktor tersebut, pihaknya juga menemukan adanya beberapa titik jaringan yang mengalami kerusakan bahkan putus, sehingga menyebabkan lampu tidak berfungsi secara optimal di sejumlah lokasi.

Atas kondisi itu, Dinas Perhubungan menjadwalkan penanganan lanjutan yang akan dilakukan pada awal pekan depan, dengan fokus pada titik-titik yang menjadi prioritas.

“Insya Allah Senin atau Selasa kami akan turun kembali untuk melakukan perbaikan di lokasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Suharno juga menanggapi adanya usulan penambahan PJU di beberapa wilayah lain, termasuk kawasan pantai. Ia menegaskan bahwa pemasangan PJU pada prinsipnya diprioritaskan untuk jalan umum sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah.

Menurutnya, jika seluruh permintaan pemasangan di kawasan wisata dipenuhi secara bersamaan, hal tersebut berpotensi menimbulkan ketimpangan antarwilayah karena banyak daerah lain yang juga memiliki kebutuhan serupa.

“Kalau semua kita penuhi sekaligus, nanti akan muncul permintaan dari berbagai lokasi lain. Karena itu, kami tetap memprioritaskan jalan umum, sementara untuk kawasan lain akan dipertimbangkan secara bertahap,” jelasnya.

Meski demikian, ia memastikan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk mengupayakan perbaikan dan penanganan di titik-titik yang dianggap mendesak, termasuk di wilayah Maluk.

Dengan adanya langkah tindak lanjut ini, diharapkan permasalahan PJU yang selama ini dikeluhkan dapat segera teratasi, sehingga aktivitas masyarakat maupun aparat keamanan dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan lancar, khususnya pada malam hari.(Nin-ks)