Sumbawa, Kanalsumbawa – Upaya memperkuat layanan kebersihan di Kecamatan Utan mulai dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan menyalurkan tujuh unit kontainer sampah kepada desa-desa penerima manfaat, Senin (3/8). Bantuan tersebut diharapkan menjadi solusi awal untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah yang selama ini masih menjadi persoalan di wilayah tersebut.
Penyerahan kontainer dilakukan di Aula Kantor Camat Utan dan dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori bersama pimpinan DPRD, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan, kepala desa, serta tokoh masyarakat.
Tujuh kontainer itu berasal dari alokasi dana pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari daerah pemilihan Kecamatan Utan dan sekitarnya. Anggaran tersebut dikelola melalui Dinas Lingkungan Hidup sebagai bentuk kolaborasi antara legislatif dan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan pelayanan dasar masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa, Pipin Sakti Bitongo, menjelaskan enam kontainer ditempatkan di Desa Stowe Brang, Pukat, Motong, Orong Bawa, Sabedo, dan Jorok.
Sementara satu unit lainnya disiapkan sebagai cadangan agar pelayanan tetap berjalan ketika salah satu kontainer harus menjalani perawatan atau penggantian.
Ia mengatakan seluruh sampah yang terkumpul nantinya akan diangkut menggunakan arm roll truck menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Raberas sesuai jadwal operasional yang telah disusun.
Sementara itu, Camat Utan Sartono menyebut persoalan sampah masih menjadi tantangan di wilayahnya. Karena itu, kehadiran kontainer baru diharapkan tidak hanya memperbaiki fasilitas pengangkutan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Mohamad Ansori menegaskan bahwa setiap program yang dibiayai APBD harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pengawasan terhadap penggunaan anggaran menjadi bagian penting agar belanja pemerintah benar-benar tepat sasaran.
“Kami hadir dengan pasukan lengkap, Inspektur juga hadir karena ini bagian dari pengawasan. Penggunaan anggaran sekecil apa pun, bahkan satu rupiah uang rakyat, harus benar-benar bermanfaat untuk rakyat,” tegas Ansori.
Ia juga mengapresiasi dukungan DPRD melalui alokasi dana pokir yang diwujudkan dalam pengadaan kontainer sampah tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk program yang langsung dirasakan manfaatnya.
Ansori mengingatkan bahwa penyediaan sarana tidak akan menyelesaikan persoalan sampah tanpa perubahan perilaku masyarakat. Ia mengajak warga mulai memilah sampah dari rumah, mengolah sampah organik secara mandiri, serta memanfaatkan kontainer hanya untuk sampah residu agar volume sampah yang dibuang ke TPA terus berkurang.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa H. M. Berlian Rayes menilai persoalan lingkungan, pengelolaan sampah, dan penataan pasar masih menjadi pekerjaan rumah di Kecamatan Utan. Menurutnya, penyelesaiannya membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah desa, DPRD, dan masyarakat secara bersama-sama.
Selain membahas pengelolaan sampah, Wakil Bupati juga mendorong pengembangan kawasan Taman Utan melalui program Car Free Night. Gagasan itu diharapkan menjadi ruang aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.**







