Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mulai memperkuat langkah antisipasi menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memetakan tingkat kerawanan di seluruh desa yang akan menggelar pemilihan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumbawa Barat, Syaifullah, mengatakan pemetaan tersebut bertujuan mendeteksi potensi konflik sejak dini agar seluruh tahapan Pilkades dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Menurutnya, setiap desa yang akan mengikuti Pilkades telah diklasifikasikan ke dalam empat kategori kerawanan, yakni zona hijau (rendah), zona kuning (sedang), zona oranye (rawan), dan zona merah (sangat rawan). Hingga saat ini, belum ada desa yang masuk kategori zona merah.
“Kami sudah melakukan pemetaan berdasarkan tingkat kerawanan. Ada zona hijau, kuning, oranye, dan sampai saat ini belum ada desa yang masuk zona merah,” ujar Syaifullah saat ditemui, Jumat (25/7/2026).
Dari total 21 desa yang akan mengikuti Pilkades Serentak 2026, Bakesbangpol mencatat empat desa berada pada kategori zona oranye, sebelas desa masuk zona kuning, sedangkan enam desa lainnya berada di zona hijau.
Syaifullah menegaskan, data tersebut masih bersifat dinamis. Tingkat kerawanan di setiap desa dapat berubah sesuai perkembangan situasi politik maupun kondisi sosial di tengah masyarakat menjelang hari pemungutan suara.
“Saat ini terdapat empat desa di zona oranye, sebelas desa di zona kuning, dan enam desa di zona hijau. Pemetaan ini akan terus kami perbarui karena kondisinya bisa berubah sewaktu-waktu,” katanya.
Ia menjelaskan, penentuan tingkat kerawanan dilakukan menggunakan pendekatan ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan). Berbagai indikator dianalisis, mulai dari dinamika yang berkembang di masyarakat, kondisi internal desa, hingga faktor-faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan.
“Penilaiannya menggunakan pendekatan ATHG. Kami melihat isu-isu yang berkembang di masyarakat serta faktor internal dan eksternal yang dapat memicu gesekan,” jelasnya.
Untuk memastikan Pilkades Serentak berjalan lancar, Bakesbangpol bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta memperkuat koordinasi lintas sektor melalui rapat-rapat menjelang tahapan pemilihan.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi. Insyaallah pekan depan kami kembali menggelar rapat sebagai bagian dari upaya menjaga kondusivitas menjelang Pilkades Serentak,” tutup Syaifullah.(nin-ks)







